Berita Lubuklinggau

Kepala Lapas Lubuklinggau Curhat Dua Bulan Tak Bisa Bayar Tunggakan Listrik.

Kementrian Hukum dan Ham melalui Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A melakukan penandatanganan kesepakatan dengan pemerintah kota Lubuklinggau.

Kepala Lapas Lubuklinggau Curhat Dua Bulan Tak Bisa Bayar Tunggakan Listrik.
tribunsumsel.com/Eko Hepronis
Suasana depan Lapas Kelas II A Kota Lubuklinggau, Senin (8/5/2017) 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Kementrian Hukum dan Ham melalui Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dengan pemerintah kota Lubuklinggau.

Penandatangan tersebut terkait penyerahan hibah Rp 100 juta yang akan di gunakan untuk pembelian CCTV dan penandatanganan bantuan Rp 500 juta dari walikota Lubuklinggau.

Selain itu, dilakukan kerjasama juga dengan instansi terkait seperti, Polres Lubuklinggau, Kodim 0406 MLM, Kejaksaan Negeri, PDAM, dan PLN serta instansi lainya.

Baca: Cewek Cantik Pengawal Presiden Jokowi Ini Jadi Perhatian, Netizen Berdebat Soal Ini nya

Kalapas Kelas II A kota Lubuklinggau Imam Purwanto mengatakan, penandatanganan itu merupakan hal yang biasa dilakukan setiap tahun dalam rangka mempererat silaturahmi dengan pemerintah kota Lubuklinggau.

"Termasuk kita juga melakukan kerjasama dengan Polres Lubuklinggau terkait SOP pengamanan hari raya dan pemindahan pengawalan untuk pemindahan tahanan dari polres," ucapnya.

Termasuk juga kerjasama delik sambang yang bisa disambangi sewaktu-waktu oleh anggota Polres Lubuklinggau, hal itu bertujuan kalau pun ada huru-hara anggota polres bisa langsung dimintak tolong pengamanan.

Baca: Andi Soraya Melahirkan Anak Ketiga, Anaknya Langsung Disiapkan untuk Lakukan Hal ini

"Termasuk dengan Kodim 0406 juga sama. Jadi sewaktu-waktu bila ada huru-hara polres maupun kodim bisa langsung melakukan pengamanan," ungkapnya.

Pihaknya juga melakukan penandatanganan dengan PLN tentang penunggakan pembayaran. Karena keterbatasan anggaran kadang tagihan listrik PLN Lapas kelas II A tidak bisa terlunasi.

"Untuk PLN kita mengerjakan MOU tentang keikhlasan bila ada tunggak-tunggan. Kemarin kita nunggak dua bulan karena belum bayar. Itulah kita mintak keikhlasan," katanya.

Baca: Fenomena Gerhana Bulan Total Sebabkan Ombak Tinggi di Lautan dan Hujan Deras, Ini Bahayanya

Ia juga menyampaikan jumlah warga binaan dilapas kelas II A kota Lubuklinggau saat ini berjumlah 966 orang, 300 orang merupakan tahanan sedangkan 666 orang napi, 12 orang diantara wanita.

Kalapas Lubuklinggau
Kalapas Lubuklinggau (Tribun Sumsel/ Eko Hepronis)

Sementara wakil walikota Lubuklinggau Sulaiman Kohar usai penandatanganan itu mengatakan, kalau itu merupakan wujud dan komitmen serius bentuk kehadiran pemerintah kota Lubuklinggau dalam memberikan pelayanan pada masyarakt termasuk warga binaan.

"Ini adalah komitmen nyata kita memberikan pelayanan warga binaan dalam memberikan pelayanan. Mudah-mudahan ini menjadi koordinasi yang baik sehingga semua bisa berjalan dengan baik, sesuai dengan tujuan bersama," ungkapnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved