Wah, Beri ASI Eksklusif, Ibu-ibu di Banyuasin ini Dapat Sertifikat

Pemberian sertifikat ini sebagai motivasi bagi ibu bersangkutan agar terus memberikan yang terbaik buat anaknya serta juga menggugah calon ibu lainnya

Wah, Beri ASI Eksklusif, Ibu-ibu di Banyuasin ini Dapat Sertifikat
ISTIMEWA
DISKUSI --Hari Gizi Nasional (HGN) di Sumsel digelar diskusi menghadirkan Wibowo, SKM, Kepala Puskesmas Mariana, Kecamatan Banyuasin 1, Ilaika Nusyirwan, perwakilan Dinas Kesehatan, Ketua Persagi (Persatuan Ahli Gizi) perwakilan Banyuasin, Muslim, tokoh agama.

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN  -- Dinas Kesehatan Banyuasin memberikan sertifikat penghargaan kepada ibu-ibu yang telah telaten memberikan Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif kepada bayinya selama enam bulan sejak dilahirkan.

Pemberian sertifikat ini sebagai motivasi bagi ibu bersangkutan agar terus memberikan yang terbaik buat anaknya serta juga menggugah calon ibu lainnya untuk tak ragu memberikan ASI.

"Ada sekitar 20 ibu yang kita beri sertifikat. INi baru pertama kali kita lakukan," kata Wibowo SKM MKes, Kepala Puskesmas Mariana, Kecamatan Banyuasin I Kabupaten Banyuasin, pada peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) Kamis (25/1).

Hari Gizi Nasional ke 58 tahun 2018 yang jatuh pada Kamis 25 Januari diperingati secara sederhana di Sumatera Selatan.

Peringatan dipusatkan di Puskesmas Desa Mariana Kecamatan Banyuasin I Banyuasin dengan menggelar senam, talkshow dan konseling bersama Dinas Kesehatan, tokoh agama, masyarakat, kader posyandu dan instansi terkait.

Tema HGN “Membangun gizi menuju bangsa sehat berprestasi bersama mencegah stanting melalui kemandirian keluarga”. Dalam acara itu diadakan diskusi yang menghadirkan Wibowo, SKM, Kepala Puskesmas Mariana, Kecamatan Banyuasin 1, Ilaika Nusyirwan, perwakilan Dinas kesehatan ketua Persagi (Persatuan Ahli Gizi) perwakilan banyuasin, Muslim, tokoh agama, dengan moderator aktivis Yeni Roslaini Izi.

Menurut Wibowo, Dinkes tetap fokus dan menekankan pada perbaikan gizi dan pola hidup sehat yang harus terus menerus dilakukan. "Sejauh ini, pola pikir untuk hidup sehat, sudah semakin baik. Posyandu juga semakin aktif," katanya.

Puskesmas juga mensuport kampanye pencegahan stanting, karena kondisi stanting mempengaruhi kecerdasan anak. Kondisi anak stanting dipengaruhi dari masa remaja, faktor makanan yang mempengaruhi kondisi anak anak yang terjadi stanting.  

Wibowo juga menjelaskan, soal perilaku masyarakat yang menggunakan jamban. Di Banyuasin 1, terdapat tiga desa dari 13 desa sudah berhasil bebas buang air besar sembarangan. Tiga desa itu adalah desa Tirtosari, Duren Hijau, Prambahan Baru.

Wibowo tidak berhenti melakukan kampanye untuk meningkatkan kesadaran warga agar berperilaku hidup sehat.(lis)

Penulis: Lisma
Editor: Lisma
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help