Berita Prabumulih

Banyak Gedung di Prabumulih Terbengkalai, DPRD Salahkan Pemerintah Kabupaten

Feri Alwi SH, satu diantara anggota DPRD Prabumulih menegaskan, pihaknya sangat menyesalkan saat ini banyak bangunan

Banyak Gedung di Prabumulih Terbengkalai, DPRD Salahkan Pemerintah Kabupaten
Tribun Sumsel/ Net
ilustrasi 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Banyaknya gedung yang dibangun Pemerintah kota Prabumulih di desa serta kelurahan tidak difungsikan alias mubazir, mendapat perhatian jajaran anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Prabumulih.

Feri Alwi SH, satu diantara anggota DPRD Prabumulih menegaskan, pihaknya sangat menyesalkan saat ini banyak bangunan di Kelurahan dan desa tidak difungsikan hingga mengalami kerusakan parah.

"Saat ini memang banyak bangunan seperti pasar desa, balai maupun gedung serbaguna tidak dimanfaatkan, terkesan sangat mubazir dibangun hingga sudah rusak tidak dipakai padahal dana dipakai untuk membangun cukup besar," ungkap Feri ketika diwawancarai di gedung DPRD Prabumulih, Selasa (23/1/2018).

Baca: Lengkap, Inilah Daftar Kekayaan Para Calon Kepala Daerah di Pilkada Serentak Sumsel

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan, tidak difungsikannya gedung-gedung tersebut oleh masyarakat disebabkan kesalahan pemerintah, dimana membangun tidak sesuai usulan atau kehendak masyarakat.

Selain itu dalam merancang pembangunan gedung yang menggunakan dana pusat itu tidak menyerap kehendak masyarakat sehingga menjadi gedung kosong tanpa dipakai.

"Mereka (pemerintah-red) kan berpikiran loby dulu dana pusat yang penting turun, masalah pembangunan terserah yang penting bantuan turun. Prinsip itulah yang mestinya jangan dipakai, harus memperhatikan letak gedung bisa dijangkau warga atau tidak, sarana prasarana mendukung tidak dan perencanaan lainnya," bebernya.

Seperti halnya pasar desa atau pasar kalangan, menurut Fery harus mudah dijangkau seperti di tengah desa san bangunan gedung serba guna juga harus begitu.

"Kalau letaknya diujung desa dan prasarana pendukung tidak ada, malas warga datang. Seperti di Desa Sinar Rambang tidak perlu dibangun karena dekat dengan pasar, di Rambang Senuling pengen pasar di tengah desa," jelasnya seraya mengatakan apa yang disampaikan pihaknya itu sesuai dengan laporan kepala desa dan warga.

Baca: Tak Lagi Muncul di TV,Penampilan Pinkan Mambo Sekarang Bikin Netizen Melongo,Sumpah Beda Banget

Lebih lanjut anggota komisi I DPRD Prabumulih ini, kedepan pihaknya mengingatkan pemerintah hendaknya melakukan kajian serta perencanaan dahulu sebelum pembangunan dilakukan sehingga gedung tidak mubazir seperti saat ini.
"Kami harap juga kepada masyarakat, karena gedung-gedung itu telah dibangun hendaknya digunakan sehingga dana bantuan dari pusat untuk gedung tersebut benar-benar memberi manfaat," harapnya.

Sementara, Ketua DPRD Prabumulih, Ahmad Palo menghimbau pemkot memanfaatkan fasilitas yang sudah dibangun contohnya Pasar Tradisional Modern II agar diserahterimakan agar dimanfaatkan. "Balai desa dan kantor yang belum dimanfaatkan agat dimanfaatkan semaksimal mungkin, paling tidak dengan ditempati gedungnya akan terawat," himbaunya.

Baca: Pasca Resmi Menikah,Ardina Rasti Sempat Berantem Dengan Suami,Gara-gara Eza Kah? Ternyata

Palo mengatakan, berkaitan dengan letak contoh di Desa Sinar Rambang kemungkinan masalah dengan lahan milik pemkot, dimana lahan milik pemerintah hanya ada itu. "Tentu diharapkan Kades menghimbau agar jangan berjualan di tempat lama tapi di baru agar gedung bermanfaat," katanya. (eds)

Penulis: Edison
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help