TribunSumsel/

INASGOC-OCA Hapus Pertandingan Minim Peserta, Ada Apa?

Penghapusan nomor pertandingan cabang olahraga itu berlaku baik dalam kejuaraan uji coba kejuaraan utama Asian Games pada 18 Agustus-2 September.

INASGOC-OCA Hapus Pertandingan Minim Peserta, Ada Apa?
TRIBUNSUMSEL.COM
TINJAU VENUE - Ketua Inasgoc Sekaligus Ketua Komite Olimpiade Indonesia Erick Tohir meninjau kesiapan venue menembak di Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sabtu (13/1/2018). 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA --- Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) dan Dewan Olimpiade Asia (OCA) menyepakati nomor pertandingan Asian Games dengan peserta kurang dari jumlah minimal akan dihapus atau batal diselenggarakan.

"Kami sudah menerima konfirmasi keikutsertaan dari 21 komite olimpiade negara-negara di Asia dalam kejuaraan uji coba Asian Games. Sedangkan jumlah atlet total yang sudah terkonfirmasi mencapai 1.024 atlet," kata Ketua INASGOC Erick Thohir selepas Rapat Koordinasi Komite Ke-8 di Jakarta, Minggu (14/1).

Penghapusan nomor pertandingan cabang olahraga itu berlaku baik dalam kejuaraan uji coba Asian Games pada 10-24 Februari maupun kejuaraan utama Asian Games pada 18 Agustus-2 September.

Jumlah peserta minimal dari negara-negara Asia untuk kejuaraan uji coba Asian Games adalah empat negara. Sedangkan jumlah peserta minimal pada kejuaraan utama Asian Games sebanyak enam negara peserta.

"Kami juga sudah menyepakati jika ada federasi cabang olahraga Asia yang meminta pengurangan nomor pertandingan, maka OCA akan langsung mengurangi nomor itu tanpa menambah nomor pertandingan lain ataupun nomor pertandingan dari cabang olahraga lain," kata Erick.

Tiga cabang olahraga dalam kejuaraan uji coba Asian Games pada Februari yang masih kekurangan peserta, hingga pekan kedua Januari, adalah cabang bola basket, bola voli, dan sepak bola.

"Kami masih menunggu konfirmasi dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk lebih aktif mengundang negara-negara lain Asia dalam kejuaraan uji coba. Jika PSSI tidak mampu menambah jumlah peserta hingga minimal empat negara, kami akan membatalkan pertandingan sepak bola," kata Erick.

INASGOC, lanjut Erick, masih menunggu konfirmasi penambahan peserta kejuaraan uji coba pada tiga cabang olahraga itu hingga Rabu (17/1/2018).
Kejuaraan uji coba pada Februari akan ajang kolaborasi semua bidang INASGOC untuk menggelar pertandingan baik dari bidang registrasi peserta, bidang transportasi, akomodasi, catering, penyiaran, dan sistem teknologi informasi, termasuk para sukarelawan.

"Kami juga akan menguji sistem tiket, tapi bukan terkait penjualannya. Sistem tiket yang kami uji yaitu bagaimana menangani penonton sejak mereka datang hingga duduk. Bagaimana mereka masuk dan keluar arena pertandingan agar tidak melalui pintu masuk atlet dan ofisial," kata pengusaha muda Indonesia itu.

Ditunggu Hingga Mei
Di sisi lain jumlah pertandingan Asian Games 2018, yaitu sebanyak 462 nomor pertandingan, masih mungkin berubah menyusul konfirmasi keikutsertaan negara-negara peserta pada April hingga Mei 2018.

"Kami tidak dapat memaksakan negara peserta untuk ikut dalam Asian Games. Jika ada pertandingan olahraga yang diikuti kurang dari enam negara peserta, pertandingan itu akan dihapuskan dan tidak dapat diganti pertandingan dari cabang lain," kata Deputi I Bidang Sport and Games Operation, Harry Warganegara, selepas Rapat Koordinasi Ke-8 Komite Asian Games 2018, di Jakarta, Minggu.

INASGOC, menurut dia, akan menunggu konfirmasi keikutsertaan atlet-atlet dari 45 negara Asia dalam Asian Games pada April hingga Mei. Konfirmasi itu juga berarti negara peserta turut menyertakan nama atlet dan ofisial mereka ke situs resmi Asian Games 2018.

"Jumlah nomor pertandingan yang telah disepakati sebanyak 462 nomor, kita akan melihat perkembangannya nanti apakah akan menjadi 400, 410, 450, atau tetap 462 nomor pertandingan," kata dia.

Menurut alumnus SMA Negeri 21 Jakarta itu, mereka meminta pengurus cabang olahraga yang menjadi unggulan kontingen Indonesia untuk merebut medali Asian Games 2018 agar memastikan kehadiran peserta negara lain sehingga memenuhi jumlah minimal peserta yaitu enam engara.

"Jangan sampai peserta yang ikut dalam nomor andalan Indonesia kurang dari enam peserta karena akan terhapus," ujarnya.(Ant)

Editor: Lisma
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help