Wow, Belajar di dua SMKN di Sumsel ini Sampai 4 Tahun, Tamat dari Sana Bisa Ahli ini

Tercatat saat ini di Sumsel sendiri ada dua SMK yang sudah menerapkan program tersebut dimulai dengan angkatan pertama.

Wow, Belajar di dua SMKN di Sumsel ini Sampai 4 Tahun, Tamat dari Sana Bisa Ahli ini
sripoku.com
SMKN Sumsel Palembang 

TRIBUNSUMSEL.COM. PALEMBANG ---Target pemerintah untuk mematangkan rencana Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ditempuh selama 4 tahun segera teralisasi. Tercatat saat ini di Sumsel sendiri ada dua SMK yang sudah menerapkan program tersebut dimulai dengan angkatan pertama.

Tentu saja program ini tidak bisa berlaku di seluruh SMK, karena harus Program Keahlian (PK) tertentu yang menjadi syarat belajar empat tahun ini. Adapun dua sekolah yang ditunjuk untuk melaksanakan program tersebut yakni SMKN Sumsel Palembang dan SMKN 3 Sekayu, Muba.

Kepala SMKN Sumsel, Rafli mengatakan saat ini pihaknya sudah menerapkan kebijakan tersebut dimulai dari kelas X angkatan 2017. "Karena kebijakannya baru dicanangkan tahun kemarin, maka hanya kelas X saja yang bisa berjalan. Sementara untuk kelas XI dan XII tetap program tiga tahun," ujarnya, Senin (8/1).

Ia menjelaskan, penambahan durasi belajar satu tahun ini merupakan kurikulum spektrum keahlian. Khusus PK Mekatronika saja yang kebetulan ada di sekolahnya bisa menerapkan program tersebut.

"Masa studinya dibagi, tiga tahun teori dan satu tahun fokus praktik. Bisa dikatakan setara dengan program Diploma 1 (D1)," ungkapnya.

Alasan mengapa hanya PK tertentu seperti Mekatronika yang ditambah durasi belajarnya, Rafli menerangkan karena biaya PK tersebut cukup mahal. Ditambah dengan pola pembelajaran yang sedikit berbeda.

"Ada sertifikat khusus pendamping ijazah. Tak hanya itu, kompetisi mereka sudah standar dengan dunia industri. Ada instruktur khusus yang kita datangkan untuk PK ini," ungkapnya.

Kendati demikian, pihaknya sudah memberi penjelasan kepada orangtua siswa yang mengambil PK tersebut terkait penambahan durasi belajar selama satu tahun. Tentu saja orangtua siswa sudah mengerti sehingga nanti tidak akan dipermasalahkan lagi.

"Untuk satu kelas diisi dengan 36 siswa. Nantinya mereka akan praktik di perusahaan dalam dan luar negeri. Maka itu dari penjaringan calon siswanya kita sudah selektif," jelasnya. (cr9/SP)

Editor: Lisma
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved