TribunSumsel/

23 Pelajar dan Guru Berangkat ke Prancis

Kali ini kembali 23 siswa dan satu guru dari Sumsel yang akan berangkat ke Prancis guna melanjutkan program loka karya

23 Pelajar dan Guru Berangkat ke Prancis
sriwijayapost
KE PRANCIS -- Para siswa yang akan berangkat ke Perancis saat mendengarkan pengarahan di aula SMAN 1 Palembang, Jum’at (5/1/2018). 

 TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG  -- Keberangkatan siswa di Sumsel untuk studi ke luar negeri kian meningkat. Kali ini kembali 23 siswa dan satu guru dari Sumsel yang akan berangkat ke Prancis guna melanjutkan program loka karya antara Disdik Sumsel dan sekolah di Perancis.

Keberangkatan siswa Sumsel ke Prancis kali ini diyakini Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel Drs Widodo MPd, sebagai salah satu upaya dalam menjalin kerja sama antara Pemerintah Sumsel dan Prancis di bidang pendidikan.

Ada pertukaran pelajar, guru serta implementasi sistem pendidikan di Sumsel untuk jenjang Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan (SMA/K) dengan kurikulum di Prancis.

“Sebetulnya anak-anak ini membangun rasa percaya dirinya di sana, sehingga jika pada waktunya mereka memutuskan untuk kuliah di sana. Minimal mereka sudah belajar bahasa dan kebudayaan Prancis,” ujarnya usai melepas siswa yang akan berangkat ke Prancis di aula SMAN 1 Palembang, Jumat (5/1).

Menurutnya, siswa akan berada di sana sekitar 17 hari untuk mengikuti kegiatan non-akademis sekolah. Dan ini merupakan tahapan untuk ke jenjang berikutnya. “Agendanya membuat mereka berbaur di tingkat akademis dan non-akademis. Berikutnya untuk menepis adanya isu untuk menghabiskan dana saja serta mewujudkan mimpi orangtua di Sumsel untuk menyekolahkan anaknya ke luar negeri dan kita sebagai jemabatannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Palembang Nasrul Bani menambahkan, pada gelombang pertama hanya ada satu orang siswanya yang dikirim ke Perancis. Sedangkan pada kloter kedua ini diakuinya, peminatnya bertambah menjadi 15 orang, namun karena keterbatasan kuota sehingga pihaknya hanya mengirim tujuh orang siswa saja.

“Ini menjadi batu loncatan, karena anak yang pertama berangkat itu kan pemalu dan sekarang menjadi percaya diri dan sudah bisa berbahasa Prancis maka dari itu memotivasi temannya yang lain untuk ikut program ini,” ujarnya. (cr9/SP)

Editor: Lisma
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help