Berita Prabumulih

DAK Naik Hingga Rp 6,1 Miliar, Pemkot Prabumulih Andalkan Untuk Rehab Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Pemerintah kota Prabumulih, HM Rasyid mengungkapkan, tahun ini tidak ada satupun

DAK Naik Hingga Rp 6,1 Miliar, Pemkot Prabumulih Andalkan Untuk Rehab Sekolah
tribunsumsel.com/edison bastari
Kepala Dinas Pendidikan Pemerintah kota Prabumulih, HM Rasyid 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Kepala Dinas Pendidikan Pemerintah kota Prabumulih, HM Rasyid mengungkapkan, tahun ini tidak ada satupun proyek fisik baik pembangunan atau rehab sekolah menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kota Prabumulih tahun anggaran 2018.

Hal itu disebabkan Pemkot Prabumulih tengah mengalami defisit, dimana dana terserap untuk pemilihan kepala daerah sehingga semua kegiatan termsuk proyek fisik baik pembangunan maupun rehab sekolah ditiadakan.

Baca: Kemenag OKU Beri Santunan Kepada Siswa Madrasah yang Tak Mampu Ini

"Tahun ini tidak ada proyek fisik baik bangun atau rehab sekolah yang dianggarkan dari dana APBD kita, karena defisit maka sama dengan instansi lain kegiatan dipangkas dan ditiadakan," ungkap Rasyid ketika diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (3/1/2018).

Rasyid mengatakan, meski demikian pihaknya merasa bersyukur karena Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2018, mengalami peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya.

Baca: Pemerintah Buka Lagi Pendaftaran CPNS 2018, Jumlah Diterima Lebih Banyak

"Jika pada 2017 dana sekitar Rp 1,6 miliar, pada tahun ini meningkat menjadi Rp 6,1 miliar. Kita terselamatkan dengan adanya dana DAK ini sehingga pembangunan tetap ada," katanya.

Menurut Rasyid, melalui dana DAK itu pihaknya tahun ini akan melakukan rehab terhadap 8 sekolah dasar (SD) dan 4 sekolah menengah pertama (SMP), serta penambahan sarana prasarana pendukung lainnya.

Baca: Fakta Baru ! Faisal Harris Kirim Pengacara Bantu Kasus Jennifer Dunn,Sunan Kalijaga Kah? Ternyata

Halaman
12
Penulis: Edison
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help