Hanya di Negara Islandia, Gaji Pegawai Wanita Lebih Besar daripada Laki-laki, Nggak Percaya?

Sebuah undang-undang baru yang melarang gaji laki-laki lebih besar daripada perempuan diberlakukan di Islandia.

Hanya di Negara Islandia, Gaji Pegawai Wanita Lebih Besar daripada Laki-laki, Nggak Percaya?
Icelandflag
Ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Sebuah undang-undang baru yang melarang gaji laki-laki lebih besar daripada perempuan diberlakukan di Islandia.

Dilansir dari Al Jazeera, undang-undnag tersebut berlaku mulai Senin (1/1/2018).

Hal ini mengukuhkan Islandia sebagai negara pertama di duia yang melegalkan upah yang sama antara pria dan wanita.

Mereka yang melanggar peraturan tersebut akan dikenai denda.

"Perundang-undangan pada dasarnya adalah mekanisme bahwa perusahaan dan organisasi ... mengevaluasi setiap pekerjaan yang sedang dilakukan, dan kemudian mereka mendapatkan sertifikasi setelah mereka mengkonfirmasi prosesnya jika mereka membayar laki-laki dan perempuan secara setara," kata Dagny Osk Aradottir Pind, seorang dewan anggota Asosiasi Hak Perempuan Wanita Islandia.

"Ini adalah mekanisme untuk memastikan perempuan dan laki-laki dibayar dengan setara," katanya kepada Al Jazeera.

Islandia, sebuah negara kepulauan di Samudra Atlantik Utara yang merupakan rumah bagi sekitar 323.000 orang, memiliki ekonomi yang kuat, berdasarkan pariwisata dan perikanan.

Selama sembilan tahun terakhir, Islandia telah digolongkan oleh World Economic Forum (WEF) sebagai negara dengan kesetaraan gender.

Perundang-undangan baru tersebut didukung oleh pemerintah kanan-tengah Islandia, dan juga oposisi, di parlemen di mana hampir 50 persen dari semua anggota adalah perempuan.

"Wanita telah lama membicarakan hal ini selama bertahun-tahun dan saya benar-benar merasa telah berhasil meningkatkan kesadaran, dan kami berhasil menunjukkan bahwa orang-orang menyadari bahwa undang-undang yang kami miliki tidak sesuai, dan perlu dilakukan sesuatu yang lebih, "tambahnya.

Pemerintah Islandia berencana untuk sepenuhnya memberantas kesenjangan upah pada tahun 2020. (*)

Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help