Rasululah Menyebut Ibu, Ibu, Ibu, Lalu Ayah, Mengapa Sampai Begitu? Ini Penjelasannya

Begitu besar pengorbanan seorang ibu, Rasulullah Muhammad SAW menjawab ibu tiga kali ketika ada seseorang yang bertanya

Rasululah Menyebut Ibu, Ibu, Ibu, Lalu Ayah, Mengapa Sampai Begitu? Ini Penjelasannya
slideplayer
Hadist Rasulullah 

TRIBUNSUMSEL.COM --- Peringatan hari ibu setidaknya memberi hikmah kita diingatkan kembali, seberapa besar perhatian kita kepada ibu kita.  Selayaknya bukan satu hari saja memikirkan kebaikan ibu, tapi setiap hari, bahkan setiap kali helaan nafas hidup.

Apa yang menjadikan seorang ibu begitu istimewa? Setiap anak sungguh telah merasakan keistimewaan seorang ibu. Ibu adalah orang yang telah mengandung selama sembilan bulan, melahirkan, menyusui, mendidik, dan membesarkan.

Begitu besar pengorbanan seorang ibu, Rasulullah Muhammad SAW menjawab ibu tiga kali ketika ada seseorang yang bertanya "kepada siapakan aku harus berbakti pertama kali?"

Abu Hurairah RA, berkata, "Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam dan berkata, 'Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?' Nabi shalallaahu 'alaihi wasallam menjawab, 'Ibumu!'

Dan orang tersebut kembali bertanya, 'Kemudian siapa lagi?' Nabi shalallaahu 'alaihi wasallam menjawab, 'Ibumu!' Orang tersebut bertanya kembali, 'Kemudian siapa lagi?' Beliau menjawab, 'Ibumu.'

Orang tersebut bertanya kembali, 'Kemudian siapa lagi,' Nabi shalallahu 'alaihi wasallam menjawab, 'Kemudian ayahmu.'" (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Dikutip dari laman Muslimah.or.id, Imam Al-Qurthubi menjelaskan, hadits tersebut menunjukkan bahwa kecintaan dan kasih sayang terhadap seorang ibu, harus tiga kali lipat besarnya dibandingkan terhadap seorang ayah.

Nabi shalallaahu 'alaihi wasallam menyebutkan kata ibu sebanyak tiga kali, sementara kata ayah hanya satu kali. Bila hal itu sudah kita mengerti, realitas lain bisa menguatkan pengertian tersebut. Karena kesulitan dalam menghadapi masa hamil, kesulitan ketikamelahirkan, dan kesulitan pada saat menyusui dan merawat anak, hanya dialami oleh seorang ibu.

Perintah penghormatan yang besar kepada seorang ibu juga banyak disebutkan dalam kitab suci umat Muslim, Al Quran. Contoh, perintah hormat kepada ibu disebutkan dalam QS Lukman ayat ke-14.

"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu." (Qs. Luqman : 14).

Dalam ayat ini disebutkan bahwa ibu mengalami tiga macam kepayahan, yang pertama adalah hamil, kemudian melahirkan dan selanjutnya menyusui. Karena itu kebaikan kepada ibu tiga kali lebih besar daripada kepada ayah.

Kebaikan ibu sangatlah luas dan tak pernah dapat tergantikan dengan apapun. Seberapa banyak harta kekayaanmu, tak akan pernah bisa lunas untuk membayar kebaikan ibu. Maka, buatlah beliau tersenyum bahagia.

Membahagiaan ibu juga adalah perintah Agama. Dikisahkan, seseorang datang kepada Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam dan berkata, "Aku akan berbai'at kepadamu untuk berhijrah, dan aku tinggalkan kedua orang tuaku dalam keadaan menangis." Rasulullah Shalallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Kembalilah kepada kedua orang tuamu dan buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau telah membuat keduanya menangis." (Shahih : HR. Abu Dawud). (lis)

Penulis: Lisma
Editor: Lisma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help