Berita Prabumulih

Harga Minyak Naik, Pertamina Ep Asset 2 Target Bor 14 Sumur Pada 2018

Naiknya harga minyak dunia dari sebelumnya yang turun bahkan di angka kisaran 30 dolar amerika per barel, membawa angin segar bagi perusahaan

Harga Minyak Naik, Pertamina Ep Asset 2 Target Bor 14 Sumur Pada 2018
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

PRABUMULIH, TRIBUNSUMSEL.COM - Naiknya harga minyak dunia dari sebelumnya yang turun bahkan di angka kisaran 30 dolar amerika per barel, membawa angin segar bagi perusahaan khususnya PT Pertamina EP Asset 2.

Perusahaan plat merah itu bahkan melakukan pengeboran dua sumur baru di penghujung 2017 untuk meningkatkan produksi dan juga cadangan migas agar negara memperoleh keuntungan besar dengan naiknya harga minyak.

Tren positif naiknya harga minyak tidak hanya membuat Pertamina menuntaskan pengeboran dua sumur yang masuk di Rencana Kerja 2017 disetujui SKK Migas tersebut, namun juga menargetkan pada 2018 dapat mengebor 14 sumur baru baik Eksplorasi maupun Eksploitasi.

Adapun sumur baru yang dibor di penghujung 2017 yakni NR-57 di Kabupaten Muaraenim dan TLJ – 39 INF di Kelurahan Sukaraja Kota Prabumulih.

"Selama ini harga minyak yang turun membuat bisnis hulu terguncang, banyak perusahaan yang harus lay off karyawan mereka, tetapi Pertamina terus berupaya untuk tidak melakukan itu dan Alhamdulillah harga minyak sudah mulai naik sehingga program yang terhenti dapat dilanjutkan," ungkap General Manager Asset 2, Ekariza diwakili oleh Senior Exploitation Manager, Daja Djuang dalam sosialisasi dan syukuran pengeboran sumur baru TLJ-39 INF, Selasa (19/12/2017).

Daja Djuang berharap, masyrakat harusnya menghemat penggunaan energi tak terbarukan atau minyak tersebut disebabkan Indonesia yang saat ini sudah menjadi importir minyak, sementara jumlah konsumsi harian energi fosil itu lebih besar daripada yang dapat diproduksikan secara kumulatif di Indonesia.

"Hendaknya sebagai masyarakat menghemat penggunaan energi tak terbarukan itu karena produksi migas harian Indonesia hanya sekitar Rp 800 ribu bopd sementara yang dikonsumsi mencapai Rp 1,6 juta bopd," tuturnya.

Daja Djuang mengatakan, pihaknya berharap dengan dilakukannya pengeboran dua sumur tersebut dapat menambah dan meningkatkan cadangan migas serta dapat menyumbang pendapatan bagi negara. "Kami juga memohon dukungan semua pihak agar pengeboran berjalan lancar tanpa hambatan," ungkapnya seraya mengatakan sumur NR – 57 sendiri telah ditajak pada tanggal 01 Desember 2017 dengan rencana waktu pengeboran selama dua minggu sementara sumur TLJ – 39 INF ditajak seminggu kemudian dengan rencana waktu pengeboran hingga dua bulan.

Asisten III, Bidang Administrasi Umum, Ir H Apriadi yang hadir dalam kegiatan itu mengajak seluruh masyarakat dan perangkat pemerintahan mendukung program perusahaan plat merah itu sesuai dengan amanat dari Walikota Prabumulih.

"Dari setiap hasil pengeboran ada dana berupa dana bagi hasil yang diberikan kepada pemerintah daerah yang digunakan untuk membangun serta mensejahterakan masyarakat. Untuk itu kami berharap kepada masyarakat dan kami sampaikan kepada para pemerintah daerah, camat, lurah hingga kades agar mendukung program pengeboran yang dilakukan oleh Pertamina ini," imbaunya.

Pantauan Tribunsumsel.com, sosialisasi selain dihadiri Asisten III Pemkot Prabumulih juga dihadiri para tokoh masyarakat dan warga sekitar pengeboran. Selain sosialisasi dan selamatan, pada kegiatan itu juga dibagikan santunan berupa sembako sebanyak 630 paket kepada masyarakat, santunan anak yatim yang berada di Kelurahan Sukaraja serta bantuan lainnya bagi masyarakat.

Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat dan berharap agar keberhasilan kegiatan perusahaan berjalan tanpa ada hambatan.(eds)

Penulis: Edison
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help