Berita Lubuklinggau

Eksekusi Perum Damri Jilid II, Polres Lubuklinggau Siapkan Personil Segini Untuk Cegah Kericuhan !

eksekusi Perum Damri jilid II pada tanggal 20 Desember besok dilahan seluas 1,5 ha di Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I

Eksekusi Perum Damri Jilid II, Polres Lubuklinggau Siapkan Personil Segini Untuk Cegah Kericuhan !
Tribunsumsel.com/Eko Hepronis
Suasana saat geladi bersih rencana eksekusi perum Damri. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - eksekusi Perum Damri jilid II pada tanggal 20 Desember besok dilahan seluas 1,5 ha di Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I tampaknya benar-benar akan dilaksanakan.

Setelah Polres Lubuklinggau menggelar geladi bersih yang melibatkan, Satuan Brimob, Satpol PP,  Pemadam Kebakaran (Damkar) dihalaman Mapolres Lubuklinggau.

Geladi bersih itu terkait kesiapan antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti adanya perlawanan masyarakat saat proses eksekusi dijalankan.

"Jadi satu dua hari ini kita  sudah latihan tentang bagaimana mengamankan dalam keterlerlibatan personil saat bertindak  dilapangan," ungkapan AKBP Sunandar pada Tribunsumsel.com, Selasa (19/12).

Sunandar mengatakan, untuk personil yang akan diturunkan dalam mengamankan eksekusi besok rencananya kurang lebih 430 orang personil gabungan antara Mapolres Lubuklinggau dengan Brimob.

Sunandar berharap, eksekusi besok jangan sampai ada kericuhan dan bakar-bakaran. Karena ia menilai penghuni rumah yang akan dieksekusi adalah bagian dari keluarganya.

"Mereka yang ada disana adalah keluarga besar saya (Polri). Hukum tetap akan dilaksanakan jangan ada yang di rusak, dan semoga berjalan lancar," ucapnya.

Sunandar juga mengimbau kepada pihak-pihak atau kelompok tertentu yang tidak mempunyai kepentingan apa pun jangan sampai  memperkeruh situasi dan memperburuk suasana.

"Saya bagian dari mereka mohon di mengerti kami tidak mau ada masyarakat yang tersakiti. Kalau bukan bagian didalamnya jangan ikut campurlah, tolong saya dibantu," ujarnya.

Namun Sunandar tidak segan-segan akan mengambil tindakan tegas apabila memang setelah diimbau tidak mau dan tidak bisa.

"Apabila memang dihimbau tidak bisa ya mohon maaf, hukum tetap kita tegakkan," ucapnya.

Hanya saja apabila tidak ada perlawanan dan mereka mau menerima, maka tidak perlu ada kekerasan dan tidak perlu ada pengerahan anggota.

"Karena disana hanya membacakan putusan, kemudian kita memberikan tenggang waktu kepada mereka untuk meninggalkan tempat itu," ujarnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help