Sriwijaya FC

Mengapa Kehadiran Herman Dzumafo ke SFC Dikritik Habis-habisan, Ingat Sejarah Kelam ini ?

Saat itu, banyak pihak yang tidak percaya SFC melakukan pertukaran pemain yakni mengirim Hilton

Mengapa Kehadiran Herman Dzumafo ke SFC Dikritik Habis-habisan, Ingat Sejarah Kelam ini ?
Tribun Sumsel/Net
Herman Dzumafo 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Kembalinya Herman Dzumafo ke Sriwijaya FC terus menuai kontroversi.

Namun sebenarnya hal ini bukanlah untuk yang pertama kalinya, karena pemain naturalisasi asal Kamerun ini sempat berseragam laskar wong kito di putaran kedua kompetisi Indonesian Super League (ISL) 2012/2013 lalu.

Kejadiannya pun mirip dengan apa yang terjadi saat ini.

Saat itu, banyak pihak yang tidak percaya SFC melakukan pertukaran pemain yakni mengirim Hilton Moreira ke Persib Bandung dan mendapatkan Herman Dzumafo dari Maung Bandung.

Pemain Persib Bandung, Abanda Herman (atas) duel udara dengan pemain Sriwijaya FC, Herman Dzumafo
Pemain Persib Bandung, Abanda Herman (atas) duel udara dengan pemain Sriwijaya FC, Herman Dzumafo (TRIBUN JABAR/DENI DENASWARA)

Pasalnya, saat itu sosok Hilton sangat menjadi pemain vital di SFC dan semusim sebelumnya mampu membawa tim kebanggaan masyarakat Sumsel ini meraih gelar juara ISL.

Di putaran pertama saat itu, SFC juga masih bersaing di jalur juara dan masuk ke dalam urutan 3 besar klasemen sementara.

Sehingga keputusan menarik Dzumafo dengan membarternya dengan Hilton dianggap sebuah perjudian besar.

Dan ketakutan itu akhirnya terbukti di akhir musim, pemain yang mengawali karier di Indonesia bersama PSPS ini gagal membawa SFC memperbaiki posisi di klasemen.

Tim asuhan Kashartadi ini harus puas melorot ke peringkat 5 dan melepas gelar juara.

Saat itu, hadirnya Dzumafo juga tidak terlalu berdampak banyak dan pelatih Kashartadi lebih memilih ujung tombak asal Liberia, Boakay Edi Foday sebagai pilihan pertama.

Herman Dzumafo Epandi
Herman Dzumafo Epandi (sidomi.com)

Total hanya 6 gol yang berhasil dicetaknya dan separuhnya berasal dari titik penalti.

Catatan buruk itu pun membuat manajemen SFC memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya di akhir musim.

Pemain yang beristrikan wanita Indonesia ini pun kemudian hanya melanjutkan karier di klub papan tengah seperti Persegres Gresik dan Persela Lamongan.

Bahkan musim lalu, tidak ada klub Liga 1 yang berminat menggunakan jasanya sehingga Dzumafo memutuskan bermain kembali untuk PSPS dan gagal di babak 8 besar Liga 2 2017.

Penulis: Haryanto
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help