Brigjen Pol (Purn)HM Zulkarnain- H Samiri melaporkan KPU Kabupaten Lahat ke Bawaslu

Brigjen Pol (Purn) HM Zulkarnain- H Samiri melaporkan empat komisioner KPU Kabupaten Lahat ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel,

Brigjen Pol (Purn)HM Zulkarnain- H Samiri melaporkan KPU Kabupaten Lahat ke Bawaslu
sripo/alan
Tim Kuasa Hukum Brigjen Pol (Purn) HM Zulkarnain- H Samiri melaporkan empat komisioner KPU Kabupaten Lahat ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel, 

PALEMBANG, TRIBUNSUMSEL.COM---Bakal pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Lahat dari jalur independen atau perorangan, Brigjen Pol (Purn) HM Zulkarnain- H Samiri melaporkan empat komisioner KPU Kabupaten Lahat ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel, dan tidak menutup kemungkinan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) karena diduga telah melanggar kode etik.

KPU Lahat dilaporkan tim kuasa hukum Zulkarnain-Samiri ke Bawaslu Sumsel, karena mencoret kedua kandidat tersebut tanpa ada dasar yang jelas, Jumat (15/12).

"Hari ini kami hadir ke Bawaslu Sumsel, dalam rangka melaporkan dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu, dan tidak menutup kemungkinan akan melaporkannya juga ke DKPP," kata tim penasehat hukum Zulkarnain-Samiri, Wahyu Hidayat.

Wahyu menilai bahwa keempat komisioner tersebut, yaitu Ketua KPU Lahat Samsu Rizal, Komisioner Divisi Perencanaan dan Data Hasanudin, Komisioner Divisi Logistik Jalaludin dan Komisioner Divisi Teknis Dwi Larasati. Keempatnya dianggap melanggar Pasal 6 soal kode etik pada peraturan DKPP no 2 tahun 2017. Selain itu tidak menutup kemungkinan adanya dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu sesuai UU no 10 tahun 2016 di pasal 180 dan 185.

"Banyak kejanggalan dan pelanggaran administrasi yang dilakukan KPU Lahat. Kita lihat juga, tidak ada rasa kemandirian dari KPU untuk mencoret calon yang masih pada tahap penyerahan dukungan. KPU Lahat mestinya melakukan verifikasi faktual dukungan dulu, baru memutuskan lolos atau tidak," jelasnya, seraya pihaknya juga telah melaporkan KPU Lahat ke Panwaslu setempat atas dugaan pelanggaran administrasi dan dugaan tindak pidana pemilu.

Menurut Wahyu, tim sukses Zulkarnain-Samiri sudah melakukan penyerahan dukungan warga ke KPU Lahat sesuai dengan waktu yang ditetapkan, akan tetapi karena data Silon (Sistem Informasi calon) yang ada di KPU " error", maka proses input data menjadi terhambat, meskipun pihaknya telah menyiapkan dukungan yang riil sebanyak 25.025 yang tersebar di 18 Kecamatan dari minimal 24.909 dukungan. 

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Erwanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved