Baru Keluar dari Penjara Malaysia, Mantan "Duta" Bukan Tobat tetapi Malah Merampok Motor

Saya tertangkap dan di penjara selama setahun. Saat bebas, saya memilih pulang ke Palembang dan beraksi di sini.

Baru Keluar dari Penjara Malaysia, Mantan
Net
Ilustrasi pencurian motor

TRIBUN SUMSEL.COM, PALEMBANG  - Komplotan spesialis pencurian kendaraan bermotor yang hendak ditangkap berupaya merebut pistol polisi. Namun, pistol tak berhasil direbut para tersangka tetapi mereka malah mendapat hadiah timah panas polisi.

Tersangka Arsyik Wijaya (36) yang baru bebas dari penjara Malaysia karena aksi pecah kaca. Warga Jalan Gotong Royong 2 Kecamatan Sako Palembang ini, bersama Wahyu (29) warga jalan DI Panjaitan Kecamatan Plaju dan Amri Saputra alias Aam (27) warga Talang Jambe melakukan pencurian di Jalan Siaran Sako, Sabtu (18/11) sekitar pukul 15.30 lalu.

Pengakuan tersangka Arsyik, dirinya menjadi "duta" di Malaysia sejak tahun 2001 setelah diajak teman. Aksinya gagal dan akhirnya masuk penjara di Malaysia.

"Saya tertangkap dan di penjara selama setahun. Saat bebas, saya memilih pulang ke Palembang dan beraksi di sini,"katanya saat diamankan di Mapolda Sumsel, Jumat (15/12).

Motor hasil curian, dijual ke kawasan Jalur Banyuasin seharga Rp 2,5 juta. Uang hasil penjual mereka bagi-bagi dan habis digunakan untuk foya-foya.

Kanit IV Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Zainuri menuturkan, ketiganya ditangkap dua hari setelah mereka melakukan aksinya. Para tersangka ditangkap tidak jauh dari dikediaman masing-masing.

"Penangkapan ketiga tersangka, berawal dari penyelidikan dengan melihat rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Saat akan ditangkap, anggota terpaksa memberikan tindakan tegas kepada tersangka Amri Saputra alias Aam dan Wahyu Saputra karena keduanya melawan dan coba merebut senjata api milik anggota," jelasnya. (ard)

Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved