Pilkada Calon Tunggal Tetap Berpeluang Ada Politik Uang

Pilkada dengan satu bakal pasangan calon atau calon tunggal, menunjukan kaderisasi kepemimpinan tidak berjalan

Pilkada Calon Tunggal  Tetap Berpeluang Ada Politik Uang
net
ilustrasi pilkada 

PALEMBANG, TRIBUN--Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Kholil Pasaribu menilai, Pilkada yang hanya diikuti satu bakal pasangan calon atau calon tunggal, menunjukan kaderisasi kepemimpinan tidak berjalan dengan baik. Hal ini menunjukan adanya masalah dalam sistem demokrasi di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Kholil, disela- sela menjadi narasumber dalam sosialisasi Tahapan Pilkada tahun 2018 dan pemilihan umum tahun 2019 serta memorandum of understanding (MoU) dengan stakehoders, di Aula KPU Sumsel, Jakabaring Palembang, Rabu (13/12).
"Calon tunggal di Pilkada perlu diawasi, karena dari perspektif kita, proses yang ada bermasalah atau dalam arti lain kurang sehat. Sebab sebaiknya konstentasi diantara warga hadir, bukan seseorang dengan kotak kosong, tetapi seseorang dengan orang lain. Dimana itu, menggambarkan kita banyak calon pemimpin di daerah," katanya.
Menurut Kholil, dengan masih adanya daerah yang bakal calon kepala daerah, masih berpeluang melawan kotak kosong perlu dilakukan pengawasan dari semua pihak, untuk mengawasinya bersama- sama. Sebab, banyak suara- suara rakyat yang dibeli kandidat, dengan power dan uang selama ini.

Editor: Erwanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help