Kantor Lurah di Empatlawang Menyedihkan, Ada yang Ngontrak hingga Gunakan Bangunan Bekas

Praktis, cuma kantor Kelurahan Jayaloka dan Kelurahan Tanjungkupang yang terbilang layak, karena menempati gedung lama warisan Pemkab Lahat.

Kantor Lurah di Empatlawang Menyedihkan, Ada yang Ngontrak hingga Gunakan Bangunan Bekas
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Penjaga kantor Lurah Pasar Tebingtinggi, Empatlawang menunjukan kondisi bangunan kantor yang memprihatinkan, Rabu (13/12/2017). 

EMPATLAWANG, TRIBUNSUMSEL.COM - Fasilitas kantor kelurahan di Kecamatan Tebinginggi Kabupaten Empatlawang cukup memprihatinkan.

Dari enam kelurahan, ada kantor yang masih ngontrak, numpang di gedung bekas sekolah sejak 1984 dan ada juga yang menggunakan bekas balai desa.

Praktis, cuma kantor Kelurahan Jayaloka dan Kelurahan Tanjungkupang yang terbilang layak, karena menempati gedung lama warisan Pemkab Lahat.

Satu yang paling memprihatinkan adalah kantor lurah Pasar di Pasar Tebingtinggi yang terletak dibibir sungai musi, dimana atap kantor sudah banyak lepas, sehingga jika hujan bocor dan dinding kantor lapuk. Saat hujan tiba, biasanya petugas jaga kantor kelurahan bergegas menyimpan berkas. Tidak jarang akibat luapan dari sungai musi banjir sampai ke teras kantor.

"Walapun kondisi kantor seperti ini, namun pelayanan kami harus berjalan dan tetap optimal. Masyarakat setiap hari datang berurusan, harus kami layani dengan baik," kata Ferli Yuliansyah, Lurah Pasar Tebingtinggi, Rabu (13/12/2017).

Ferli berharap ada perhatian dari pemerintah daerah agar pelayanan kepada masyarakat bisa maksimal. Untuk pelayanan kepada warga, seperti urusan administrasi surat pengantar dan keperluan adminitrasi pihak kelurahan telah menyiapkan lembar fotokopi tidak seperti di kantor lain pakai print dan laptop. Karena di sini laptop sudah lama rusak.

"Jadi kalau warga butuh apa tinggal isi lembar fotokopi saja, formilir sudah ada, karena laptop kami sudah lama tidak berfungsi," kata Ferli.

Sedangkan di kelurahan Kelumpangjaya kantor lurah ngontrak rumah warga yang setiap tahunnya berpindah. Walaupun demikian warga yang berurusan di kantor kelurahan tetap berlangsung seperti biasa.

Membawahi sebanyak 4 RW dan 14 Rt kelurahan Kelumpangjaya dengan tiga orang staf dan lurah setiap hari melayani warganya.

"Tentu saya sangat berharap agar kantor lurah tidak ngontrak, cuma gedungnya belum ada. Rencana pembangunan kantor sudah ada di Desa Gaung tapi belum tahu kapan akan dibangun," ungkap Rendra Ardiansyah lurah yang baru menjabat dua bilan lalu ini. (cr27/sp)

Editor: Eko Adiasaputro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved