TribunSumsel/

Berita Lubuklinggau

Tak Segan Ancam Korbannya Pakai Senjata Api, Saat Ditangkap Polisi Pembegal ini Malah Menangis

Pada umumnya seorang begal tiap melakukan aksinya kerap menakuti korbannya dengan cara yang sangat sadis.

Tak Segan Ancam Korbannya Pakai Senjata Api, Saat Ditangkap Polisi Pembegal ini Malah Menangis
Tribunsumsel.com/ Eko Hepronis
Pelaku Begal di Lubuklinggau 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU --‎ Pada umumnya seorang begal tiap melakukan aksinya kerap menakuti korbannya dengan cara yang sangat sadis.

Bahkan, kadang tak tanggung-tanggung bila korban tidak mau menyerahkan apa yang mereka minta, para begal ikerap menganiaya korban hingga terluka parah.

Namun berbeda ketika sudah berhasil ditangkap Polisi, para begal itu seolah-olah menyesali perbuatannya.

Bahkan, ada yang sampai menangis dan seolah tak mau mengulangi perbuatannya.

Hal itu itu oleh Saherman (42), warga Jalan kampung I Dusun 3 Rt 3 Kecamatan Tugo Mulyo, Kabupaten Musi Rawas (Mura), satu dari enam begal sadis yang kerap beraksi di wilayah di Kota Lubuklinggau.

Laki-laki yang tak punya pekerjaan itu tertunduk lesu seolah-olah menyesali perbuatannya setelah diamankan oleh unit reskrim Mapolsek Lubuklinggau Utara, Rabu (06/12/2017 ) lalu sekira pukul 03.00 WIB dini hari.

'Setelah mendapat informasi persembunyiannya, Suherman kita ciduk dari dalam rumahnya tanpa adanya perlawanan,'' ungkap Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar di dampingi Kapolsek Lubuklinggau Utara, AKP Horison Manik, Minggu (10/12/2017).

Lanjutnya, Suherman diamankan ‎atas dasar laporan Polisi Nomor : No Pol : Lp B- 19/ III / 2013/ Spk Utara Tanggal 02 Maret 2013 dengan pelapor Arianto alias Lipo.

Ceritanya ‎sekira pukul 17.00 WIB di Jalan Rompok karya Tani Rt 07 kel Marga bakti , komplotan Suherman menghadangkan kayu besar di tengah jalan sehingga mobil yang dikemudikan Arianto berjalan lambat.

"Saat itu lah komplotan Suherman keluar dengan memakai penutup wajah , satu orang pelaku langsung memukul pintu mobil , dan ada juga yg menodongkan senja tajam jenis pisau kearah Arinto memintak uang," katanya.

‎Karena permintaan tidak dituruti Suherman menodongkan pisau kearah istrinya serta mengeluarkan dan menodongkan senjata api , kemudian temannya langsung mengambil tas milik Arianto yang berisikan uang sebesar Rp 25 juta.‎

"Ketika diinterogasi Suherman mengakui perbuatannya, dia mengaku baru satu kali melakukan perbuatannya, ia berdalih hanya menunggu di atas sepeda motor‎," ungkapnya.

Slm pagi ndan mhn Ijin melaporkan polsek llg utara Ungkap kasus perkara pencurian dengan kekerasan .

Penulis: Eko Hepronis
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help