TribunSumsel/
Home »

Video

VIDEO : Gawat! Gara-gara Kebiasaan Buruk Ini, Pilar Jembatan Ampera Terancam Rapuh

Jembatan yang dibangun periode tahun 1962 hingga 1965 memang tampak kokoh jika dilihat dari kejauhan. Namun siapa sangka,

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Jembatan Ampera yang merupakan ikon dan kebanggaan kota Palembang sudah 'tidak muda' lagi.

Jembatan yang dibangun periode tahun 1962 hingga 1965 memang tampak kokoh jika dilihat dari kejauhan.

Namun siapa sangka, Jembatan Ampera kini mengalami korosi (rusak) terutama di bagian pilarnya.

Banyaknya bagian yang korosi pada pilar Jembatan Ampera, membuat Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) akan melakukan perbaikan besar-besaran.

Dijelaskan, salah satu penyebab korosi karena seringnya bagian tiang dan badan jembatan dikencingi warga.

Diperlukan dana sekitar Rp 20 miliar untuk perbaikan jembatan kebanggaan wong kito.

Kepala BBPJN V, Zamharir Basuni mengatakan, Jembatan Ampera akan dilakukan perbaikan yang cukup besar, menyangkut kondisi struktur bangunannya yang sudah banyak keropos.

"Selama ini cuma dilakukan pemeliharaan rutin, misalnya pengecatan ulang. Tahun depan akan dilakukan perbaikan strukturnya syapay (Jembatan Ampera) tidak kolep," ujarnya seperti dikutip dari Sriwijaya Post.

"Saat ini banyak bagian yang korosi seperti pada girder utama dan perletakan jembatan. Jika tidak diperbaiki, (Jembatan Ampera) akan roboh dan kerusakannya akan tambah berat," imbuhnya.

Zamharir mengatakan, Jembatan Ampera terancam keropos karena selain usia jembatan yang sudah tua, juga kebiasaan masyarakat yang sering buang air kecil di bawah pilar jembatan, sehingga keropos dan berkarat.

"Hasil penelitian yang dilakukan Komisi Keselamatan dan Kemananan Jembatan dan Terowongan (KKJJ) yang terdiri dari akademisi berbagai universitas di Indonesia, air kencing mengandung asam dan lebih cepat merusak struktur jembatan," ujarnya.

Kondisi karat ini, lanjut Zamharir, membuat besi jembatan harus dipotong dan diganti dengan yang baru.

"Tapi bagaimana teknisnya masih "perlu dipelajari lagi, sebab ketika dilakukan perbaikan di atas Jembatan Ampera, (kendaraan) harus tetap jalan dan tidak boleh terganggu," tutupnya.

Penulis: Agung Dwipayana
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help