TribunSumsel/

Sedih! Selalu Termenung, Bocah Ini Lihat Ibunya Meregang Nyawa Di tangan Ayahnya Sendiri

Almarhumah Z (29) ibu rumah tangga malang yang dibunuh suam‎inya sendiri RS (33) dirumah mereka Rt, 01

Sedih! Selalu Termenung, Bocah Ini Lihat Ibunya Meregang Nyawa Di tangan Ayahnya Sendiri
tribunsumsel.com/Eko Hepronis
Anak korban pembunuhan trauma karena ibunya dibunuh oleh ayahnya sendiri 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSI RAWAS - Almarhumah  Z (29) ibu rumah tangga malang yang dibunuh suam‎inya sendiri RS (33) dirumah mereka  Rt, 01, Kelurahan Pasar Muara Beliti, Kecamatan Muara Beliti‎, Kabupaten Musi Rawas kini sudah dimakamkan di rumah keluarganya di desa Durian Remuk.

Suaminya RS pun  kini  sudah di tahan di Mapolse‎k Muara Beliti, setelah berhasil diamankan selang sejam kemudian ketika akan menuju rumah kerabatnya.

Namun, peristiwa berdarah yang menewaskan Z meninggalkan trauma mendalam ‎bagi kedua putranya DN dan KR. Terlebih putra bungsunya KR saat kejadian menyaksikan langsung ibunya tewas di tangan ayahnya.

Akibatnya bocah malang itu saat ini mengalami trauma yang mendalam.

Dan terpaksa untuk sementara dibawa ke Desa Durian Remuk tempat saudaranya sekaligus tempat ibunya dimakamkan.

Menurut cerita, kemarin Krisna selalu termenung duduk di depan rumah kerabatnya itu.

Tatapan matanya kosong sesekali ia berbicara sendiri mengenai peristiwa kelam yang menyebabkan ibunya meninggal itu.

“Emak ku dibunuh bak ku (Ibu ku dibunuh ayahku), ”ungkap kerabat Z Darimadi pada Tribunsumsel.com.

Pasalnya,  ‎ketika RS  menusuk Z, KR berada didekat Z dan sempat hendak berteriak mintak tolong, namun diancam RS, sedangkan DN  berada di kamar rumah sehingga tidak melihat langsung kejadian penusukan itu.

“RS  sudah ditangkap, biarlah hukum yang mengadilinya, sekarang kami fokus dengan dua anak korban. Sebab dua anak korban harus sekolah, untuk rencana kedepan kami akan berembuk keluarga, menentukan dua anak korban ikut siapa,” ungkapnya.

Ia pun  meminta aparat penegak hukum agar memantau RS jangan sampai  berbuat yang tidak diinginkan di dalam sel penjara.

“Jika dilihat dari kehidupan sehari-hari, RS tidak ada kelainan, namun tersangka ringan tangan dan memang cemburuan,” tuturnya.

Terpisah Marjali (54) kerabat lainnya mengatakan, RS memiliki karakter cemburu, dan membuat keluarga tidak berani hendak bertamu kerumah mereka . 

“Saya sudah beberapa kali mau bertamu ke rumahnya, namun saya tidak berani sebab dia pecemburu, setahu saya tersangka kerap memarahi Z kalau bertemu orang lain,” ungkapnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help