TribunSumsel/

Kasian Warga Tidur Berhimpitan, Ridho Bakal Bantu Rutan Lahan

Diduga tidak tega melihat warganya yang tidur berhimpit-berhimpitan di dalam rumah tahanan, membuat Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM

Kasian Warga Tidur Berhimpitan, Ridho Bakal Bantu Rutan Lahan
TRIBUNSUMSEL.COM/Edison
Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

PRABUMULIH, TRIBUNSUMSEL.COM - Diduga tidak tega melihat warganya yang tidur berhimpit-berhimpitan di dalam rumah tahanan, membuat Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM berencana mencarikan lahan untuk memindahkan rutan kelas IIB Prabumulih.

Orang nomor satu di kota Prabumulih itu berencana menghibahkan lahan dan membangunkan gedung untuk rutan, lantaran mengaku sangat kasian dengan kondisi rutan yang sudah tidak layak lagi karena penuh. 

"Kasian juga mereka yang di dalam (ditahan-red) Rutan, karena manusia juga mereka itu. Rutan yang semestinya diisi 200 orang malah diisi 600 orang, sempit sekali dan over kapasitas," ungkap Suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu itu kepada wartawan, kemarin.

Ridho menuturkan, pihaknya akan mencarikan lahan sekitar 5 hektar untuk dibangun rutan sehingga luas dan bisa menampung para warga binaan. "Untuk rutan jauh tidak apa, nanti akan kami carikan lahan 5 hektar dan membangun gedungnya mungkin secara berangsur," katanya.

Namun Ridho menjelaskan untuk pembangunan kemungkinan tidak dilakukan pada 2018, disebabkan dana pemkot Prabumulih tengah defisit terserap membayar hutang ke pihak ketiga. "Tahun mendatang kita juga pilkada dimana dana banyak digunakan untuk itu, selain itu dana dipakai untuk membayar hutang ke pihak ketiga," jelasnya.

Terpisah, Kepala Rutan Kelas IIB Prabumulih, Ronaldo Davinci Talesa ketika dibincangi membenarkan pihaknya mengusulkan lahan ke Pemkot Prabumulih. "Kami usulkan untuk pembangunan Bapas dengan luas lahan sekitar 2 hektar, namun kalau dibantu nantinya lahan dan gedung lebih bagus untuk lapas dan bapas," ujarnya.

Ronaldo menuturkan, saat ini sendiri jumlah warga binaan di Prabumulih sudah over kapasitas dimana sudah mencapai hampir 600 orang, padahal kapasitas kurang dari 200 orang. "Kami usulkan untuk Bapas namun kalau ada perhatian dan niat baik pemkot maka lebih bagus. Niat baik bukan sebatas bapas tapi juga dibangun lapas nantinya," tuturnya seraya mengatakan Walikota Prabumulih sangat perhatian dengan warganya yang dibina di rutan. 

Davin menerangkan, jika memang nantinya Pemkot Prabumulih menghibahkan lahan seluas 5 hektar di pinggir kota maka itu sesuai dengan kriteria Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). "Lapas itu tidak boleh di dalam kota dan luasnya 5 hektar, namun untuk gabung dengan Bapas atau satu gedung lebih bagus apalagi jika dekat dengan Kejaksaan, Polisi dan Gedung Pemerintah," lanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, jajaran rutan kelas IIB Prabumulih mengajukan usulan pembagunan Bapas untuk memudahkan petugas rutan dalam pengurusan CB, PB dan lainnya. Usulan tersebut mendapat respon pemerintah kota Prabumulih yang akan menghibahkan lahan. 

Pemerintah kota Prabumulih sendiri tidak hanya akan memberikan hibah lahan ke Rutan namun ke instansi vertikal lainnya seperti Polres, Pengadilan, Kejaksaan dan lainnya.(eds)
Penulis: Edison
Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help