TribunSumsel/

Ibu Asal Palembang Ini Lahirkan Bayi Kembar Empat Sekaligus Lewat Metode Inseminasi

Nora Nora Sepriani (33), tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya usai melahirkan bayi kembar empat sekaligus.

Ibu Asal Palembang Ini Lahirkan Bayi Kembar Empat Sekaligus Lewat Metode Inseminasi
TRIBUNSUMSEL.COM/Agung Dwipiyana
Heki dan Nora, pasangan yang dikaruniai empat orang bayi kembar 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Nora Nora Sepriani (33), tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya usai melahirkan bayi kembar empat sekaligus. 

Didampingi suaminya, Heki Triawan (32), Nora yang sebelumnya sempat terbaring lemah, kini dapat tersenyum dan kondisinya usai melahirkan, mulai membaik.

Keempat bayi Nora yang dilahirkan pada Selasa (5/1/2017) siang, masing seorang berjenis kelamin laki dan 3 orang adiknya berjenis kelamin perempuan.

“Rencananya nanti mau dikasih nama Kenzo, Keyla, Keyza dan Keyra,” kata Nora saat ditemui di gedung C ruang Enim, Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, Rabu (6/12/2017). 

“Sementara sih itu (nama keempatnya), tapi masih didiskusikan kepastian nama ini karena nama adalah doa,” timpal Heki yang setia menemani istrinya itu. 

Menurut Heki, sebelum keempat anak kembarnya lahir, ia dan istrinya telah dikaruniai seorang putra bernama Alfaro Harid Handraeki yang berusia 3 tahun.

Pasangan yang telah menikah selama 7 tahun tersebut mengaku senang dan tidak menyangka dianugerahi empat orang anak kembar. 

Heki mengatakan jika kelhiran empat anak kembarnya tidak lepas dari upaya iseminasi sat awal kehamilan istrinya.

Sekadar informasi, inseminasi adalah teknik dalam dunia medis untuk membantu proses reproduksi dengan cara memasukan sperma yang telah disiapkan ke dalam rahim menggunakan kateter. Cara ini bertujuan membantu sperma menuju telur yang telah matang (ovulasi) sehingga terjadi pembuahan. 

Selama proses inseminasi, pasangan Heki dan Nora berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan dari RSMH, dr. Aerul Chakra, yang juga menangani proses persalinan Nora.

“Inseminasi ini karena jarak antara kelahiran kedua dengan kelahiran anak pertama cukup jauh, yakni 3 tahun. Ternyata setelah dicek kandungan istri saya, memang perlu dirasa dilakukan tindakan inseminasi untuk proses kelahiran yang efektif,” terang Heki. 

Seakan masih tidak percaya mendapat empat momongan, Heki mengaku awalnya tidak mengira akan mendapatkan bayi kembar empat.

“Awalnya kami hanya ingin proses persalinan istri saya berjalan lancar, apalagi faktor usia (istri) sudah 33 tahun. Sebenarnya tujuan awal tidak kembar, tapi alhamdulillah dapat (kembar empat),” ujarnya semringah. 

Dokter spesialis kandungan, dr. Aerul Chakra mengatakan, kondisi ibu dan keempat bayi dalam keadaan baik. Namun karena masalah berat badan, maka bayi-bayi tersebut membutuhkan perawatan di ruang Neonatal ICU (NICU).

Menurut dia, keempat bayi lahir pada Selasa (5/12/2017) siang pukul 13.40. Diterangkannya, bayi pertama berjenis kelamin laki-laki seberat 1.500 gram lahir pada pukul 13.40 WIB. 

Bayi kedua berjenis kelamin perempuan seberat 1.400 gram lahir pada pukul 13.42 WIB. Bayi ketiga berjenis kelamin perempuan seberat 1.420 gram lahir pada pukul 13.43 WIB.

Sementara bayi keempat, juga berjenis kelamin perempuan dengan berat 1250 gram lahir pada pukul 13.44 WIB.

“Awalnya pada usia kandungan lima minggu diketahui kembar tiga. Namun seiring waktu berkembang, menjadi empat pada usia tujuh minggu,” kata dr. Aerul. 

Ia menjelaskan, proses persalinan dilakukan pada usia kehamilan 33 minggu atau 8,1 bulan. Dengan kata lain, keempat bayi kembar terlahir secara prematur. Meski demikian, kata dr. Aerul, sejauh ini tidak ada kendala baik selama kehamilan maupun proses persalinan. 

Selaku pimpinan tim dokter saat proses persalinan, dr. Indrayady menegaskan, pihak RSMH siap merawat keempat bayi kembar yang baru lahir karena memiliki berat badan bayi lahir rendah.

“Untuk kelahiran bayi kembar empat baru pertama kali yang kita tangani di RSMH,” jelasnya. 

Pria berkacamata ini berpesan agar ibu yang baru saja melahirkan empat bayi kembar, agar menjaga jarak kehamilan selanjutnya atau jangan terlalu cepat hamil. Menurutnya, ini bertujuan menjaga kondisi pascaoperasi dan ketersediaan Air Susu Ibu (ASI).

“Pada kelahiran kembar empat ini, karena lahir prematur, berpotensi mengalami kelainan pada jantung, namun kami akan melakukan tes protein c-reaktif (CRP). Kami juga akan melakukan perawatan, kami akan berikan nutrisi untuk meningkatkan berat badannya (keempat bayi kembar) seoptimal mungkin,” paparnya.

Penulis: Agung Dwipayana
Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help