TribunSumsel/

Takut Pulang Karena Diadang Preman, Puji Mengadu ke Polresta Palembang

Tidak terima dikeroyok hingga mengakibatkan muka leban dan sejujur tubuh membiru.

Takut Pulang Karena Diadang Preman, Puji Mengadu ke Polresta Palembang
net/google
Ilustrasi. 

Tribunsumsel.com, Palembang - Tidak terima dikeroyok hingga mengakibatkan muka leban dan sejujur tubuh membiru.

Puji (27) warga Desa Meritai Kecamatan Rambutan Banyuasin ditemani ayahnya Zakaria (50).

Akan mendatangi Polresta Palembang untuk melaporkan penganiayaan yang dialaminya, Selasa (5/12/2017).

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, kejadian ini bermula saat Puji (27) yang sehari-hari menjadi sopir taksi mobil milik Lelek jurusan Meritai Rambutan-Palembang.

Puji warga Desa Meritai Kecamatan Rambutan saat ditemui di Polresta Palembang, Selasa (5/12/2017).
Puji warga Desa Meritai Kecamatan Rambutan saat ditemui di Polresta Palembang, Selasa (5/12/2017). (TRIBUNSUMSEL.COM/DEFRI IRAWAN)

Selama ini taksi yang ia jalankan lancar-lancar saja termasuk setoran ke pemilik mobil, Lelek warga Rambutan.

Tiba-tiba, sekitar 2 hari lalu, Puji butuh uang Rp 20 ribu untuk membeli bensin agar bisa menjalankan taksinya dengan menjaminkan STNK mobil kepada Yudi.

" Saya minjam cuma sebentar mau beli bensin, tetapi saat saya mau ambil stnk, ternyata STNK itu hilang," ceritanya.

Mengetahui surat STNK mobil miliknya hilang, Lelek pemilik mobil mengajak teman-temannya mengeroyok korban hingga mengakibatkan bagian pelipis sebelah kiri korban luka lebam.

Begitu juga tubuhnya bagian belakang membiru.

" Saya takut pulang karena dia mengajak preman menghadang di Rambutan ,kemarin saya dikeroyok mereka. Untunglah saya bisa melarikan diri," ujarnya.

Penulis: Defri Irawan
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help