TribunSumsel/

Warga Pagaralam Ini Baru Sadar Bau Menyengat itu Berasal dari Pekarangan Rumahnya

Toto tidak yakin jika bunga tersebut bisa mengeluarkan bau busuk yang membuat warga sekitar rumahnya heboh

Warga Pagaralam Ini Baru Sadar Bau Menyengat itu Berasal dari Pekarangan Rumahnya
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Tampak Bunga Bangkai yang tumbuh dihalaman rumah Toto Susilo (45) warga Bangun Rejo Kota Pagaralam. Warga setempat sempat heboh dan langsung datang kelokasi untuk melihat langsung, Senin (4/12/2017). 

PAGARALAM, TRIBUNSUMSEL.COM - Warga Kelurahan Bangun Rejo mendadak heboh. Pasalnya Senin (4/11/2017) pagi warga di Bangun Rejo yang memang padat penduduk mencium bau busuk menyengat. Warga sempat mengelilingi seluruh sudut lingkungan permukiman. Namun tidak menemukan adanya bangkai binatang yang diduga sumber bau busuk yang menganggu warga sekitar.

Warga baru "menyadari" ternyata bau busuk tersebut berasal dari bunga bangkai (raflesia) yang tumbuh di pekarangan rumah Toto Susilo (45) warga setempat.

Temuan tersebut diposting warga ke media sosial dan sontak membuat warga Kota Pagaralam heboh. Bahkan kawasan tumbuhnya bunga bangkai tersebut langsung diserbu warga yang ingin melihat langsung bunga langka tersebut.

Bunga bangkai setinggi sekitat 30 centimeter tersebut sebenarnya sudah ditemukan Toto Susilo sejak dua minggu lalu. Namun pihaknya tidak mengetahui jika bunga tersebut merupakan bunga bangkai.

"Saya temukan bunga ini sejak dua minggu lalu. Namun saya tidak tahu tanaman apa yang tumbuh dihalaman rumah saja ini. Sebab waktu ditemukan bunga ini mirip daun yang tergeletak dihalaman rumah saya," ujar Toto Susilo.

Toto tidak yakin jika bunga tersebut bisa mengeluarkan bau busuk yang membuat warga sekitar rumahnya heboh. Saat mekar memang bunga tersebut mengeluarkan bau yang sangat tidak sedap.

"Kami sepat mencari sumber bau busuk yang membuat tetangga kami heboh. Ternyata baunya dari bunga ini saat dia mekar," jelasnya.

Delta Handoko (34) salah satu warga yang datang untuk melihat langsung bunga langka tersebut menyebutkan sangat ingin melihat langsung bunga yang jarang tumbuh di Pagaralam tersebut.

"Jarang bisa melihat bunga bangkai ini pak. Karena katanya bunya ini hanya bisa tumbuj di hutan. Tapi yang ini malah dihalaman rumah warga," katanya. (one/sp)

Editor: Eko Adiasaputro
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help