Maulid Nabi, Semangat dan Seriuslah Berakhlak Seperti Rasulullah

Ketika Aisyah r.a ditanya: ”Bagaimana perilaku Rasulullah?” Aisyah r.a menjawab: ”Perilaku Rasulullah adalah Al-Qur’an”.

Maulid Nabi, Semangat dan Seriuslah Berakhlak Seperti Rasulullah
ISTIMEWA
Ilustrasi

Oleh: Sukardi SThI
Guru di Madrasah Yayasan Al Hikmah 7 Ulu Palembang
Fasilitator Paham Qurani Palembang
(email:sukardihasan5@gmail.com/wa:081368609001)

Zaman kelahiran Nabi terakhir Nabi Besar Muhammad s.a.w sudah jauh dari masa kita sekarang ini. Tidak ada kabar lagi bagaimana berita terbaru Nabi Muhammad s.a.w karena beliau telah wafat 14 abad yang lalu. Tidak ada terdengar lagi tausiah-tausiah beliau yang bisa membangkitkan semangat kita untuk menjalani hidup yang diridhoi Allah. Hal yang demikian ini pernah juga dialami oleh kaum muslimin di masa Dinasti Ayyubiyah di Mesir sekitar abad 11 M.

Untuk membangkitkan semangat kaum muslimin agar kembali mencontoh perilaku Nabi Muhammad s.a.w, maka Pemimpin Dinasti saat itu yaitu Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi mengadakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad s.a.w yang di kemudian hari dikenal dengan peringatan Maulid Nabi.
Peringatan itu sengaja dibuat tidak lain dan tidak bukan kecuali untuk menyemangati kaum muslimin agar tetap semangat dan serius mencontoh, meneladani perilaku Nabi Muhammad s.a.w sebagai utusan Allah.

Sebenarnya apa sih yang dapat kita contoh pada diri Nabi Muhammad s.a.w? Apa itu sunnah Nabi? Apakah semua sunnah Nabi harus kita ikuti? Sunnah yang harus kita ikuti adalah sunnah yang diikuti oleh Nabi Muhammad itu sendiri. Lalu apa yang diikuti Nabi Muhammad sebagai Rasulullah? Allah menjelaskan perilaku Nabi Muhammad s.a.w di dalam Al-Qur’an, diantaranya:
Firman Allah Q.S 7 (Al-A’raf):203,
”Dan apabila kamu tidak membawa suatu ayat Al Quran kepada mereka, mereka berkata: "Mengapa tidak kamu buat sendiri ayat itu?" Katakanlah: "Sesungguhnya aku hanya mengikut apa yang diwahyukan dari Tuhanku kepadaku. Al Quran ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”.
Firman Allah Q.S 10 (Yunus):15,
....... Aku tidak mengikut kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai Tuhanku kepada siksa hari yang besar (kiamat)".
Jadi saudara-saudaraku yang mengaku sebagai ummat Muhammad, Allah sendiri bilang bahwa Nabi Muhammad s.a.w hanya mengikuti wahyu, yaitu Al-Qur’an.
Tak Pernah Keluar dari Alquran
Bahkan perlu diketahui, bahwa Nabi Muhammad s.a.w tidak akan pernah berani keluar dari Al-Qur’an, karena jika Nabi Muhammad s.a.w berani keluar dari Al-Quran maka Allah mengancam akan membunuhnya saat itu juga, demikian ancaman Allah pada Nabi Muhammad s.a.w yang termaktub di dalam al-quran
Firman Allah Q.S 69 (Al-Haqqah):44-47 yang terjemahannya:
Seandainya dia (Muhammad) (berani) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya [1509]. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya. Maka sekali-kali tidak ada seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu”.

Jadi Nabi Muhammad sendiri sekali-kali tidak pernah mengatakan dan berbuat yang diluar Al-Qur’an. Nabi Muhammad tidak pernah mengarang Hadits yang diluar Al-Qur’an. Hadits Nabi Muhammad adalah Al-Qur’an itu sendiri. Maka sangat benar ketika Aisyah r.a ditanya: ”Bagaimana perilaku Rasulullah?” Aisyah r.a menjawab: ”Perilaku Rasulullah adalah Al-Qur’an”.

Jika demikian keadaan sebenarnya, kita semua yang mengaku sebagai ummat Nabi Muhammad s.a.w apakah patut kita mengaku ummat beliau sedangkan perilaku kita bukan Al-Qur’an? Apakah patut kita mengaku pengikut Muhammad sedangkan kita mengikuti kitab-kitab lain selain Al-Qur’an, sedangkan Muhammad sendiri mengikuti Al-Qur’an. Bukankah Allah Tuhan Yang Kita sembah sudah berfirman bahwa Al-Quran sudah lengkap sempurna, dan barang siapa mengikuti manusia dia akan tersesat?
Demikian firman Allah dalam Q.S 6 (Al-An’am):115-116, ”Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al Quran),sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat mengubah-ubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)”.

Buku-buku dan kitab-kitab karangan manusia dinilai Allah hanya persangkaan belaka, dugaan, kira-kira, tidak ada yang pasti. Karena yang Haq yang benar hanyalah Al-Qur’an, Firman Allah Q.S 17 (Al-Isra’):105
”Dan Kami turunkan Al Quran itu dengan sebenar-benarnya dan Al Quran itu telah turun dengan (membawa) kebenaran. Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan”.

Kalau Allah sendiri mengklaim bahwa hanya Al-Qur’an yang benar, apakah kita belum yakin? Masih beranikah kita mengikuti ajaran manusia? Lalu siapa yang kita sembah? Kita menyembah Allah apa manusia pengarang buku yang hanya mengada-ada demi uang hasil jualan bukunya?
Ikutlah Alquran
Saudara-saudaraku, sebenarnya Allah sudah sejak dahulu menasehati kita bahwa jika kita mengikuti selain Al-Qur’an, maka kita akan terpecah belah dan bercerai-berai, demikian penjelasan Allah dalam Q.S Al-An’am(6):153, Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa”.

Sudah terbukti sejak sahabat Ali bin Abi Thalib r.a wafat hingga sekarang, kaum muslimin mengikuti ulama’nya sendiri-sendiri, mengikuti madzhabnya sendiri-sendiri, jauh dari Al-Qur’an, akhirnya sekarang kita bercerai-berai. Kaum muslimin berpegang pada buku-buku dan kitab-kitab madzhab, tidak pernah menengok ke Al-Qur’an lagi. Dan sangat lucunya, semuanya mengaku sebagai pengikut Muhammad, padahal Muhammad mengikuti Al-Qur’an, Muhammad tidak pernah mengikuti Madzhab. Muhammad tidak pernah mengikuti Imam yang dilantik manusia, tetapi Muhammad hanya mengikuti Imam yang dilantik oleh Allah yaitu Ibrahim, firman Allah Q.S 2 (Al-Baqarah):124,
”Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim".

Kalau kita mengaku mengikuti Nabi Muhammad, maka kita ikuti apa yang diikuti Nabi , dan resikonya adalah kita harus berakhlak seperti akhlak Nabi Muhammad yaitu akhlak Al-Qur’an. Beberapa akhlak Nabi Muhammad adalah sebagai berikut:
1. Nabi Muhammad tidak pernah menghina agama lain, Q.S. Al-An’am(6):108,
”Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan”.
2. Nabi Muhammad membalas ucapan salam non-muslim dengan salam yang lebih baik, Q.S. 4 (An-Nisa’):86,
”Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu”.
3. Nabi Muhammad tidak pernah curang dalam berdagang, tidak pernah merugikan hak-hak orang lain,
Firman Allah Q.S.11 (Hud):85,
”Dan Syuaib berkata: "Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan”.
4. Nabi Muhammad tidak kikir, akan tetapi beliau mengajak manusia untuk bersedekah,
Firman AllahQ.S. 47 (Muhammad):38,
”Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah.(*)

Editor: Lisma
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help