Saingan Dengan Hotel di Peru, Ini Indahnya Hotel Tertinggi di Indonesia Bikin Takjub!

Betapa indahnya kerlap-kerlip lampu rumah-rumah penduduk sekitar. Suara-suara alami dari hewan terdengar seakan

Saingan Dengan Hotel di Peru, Ini Indahnya Hotel Tertinggi di Indonesia Bikin Takjub!
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Fasilitas kamar hotel gantung Padjajaran Anyar yang terletak di tebing Gunung Parang, Purwakarta, Jawa Barat setinggi 500 meter, Minggu (19/11/2017). Hotel gantung ini diklaim sebagai hotel gantung tertinggi di dunia mengalahkan ketinggian hotel gantung di Peru. 

Ia menjelaskan pula, pengunjung yang ingin bermalam di hotel tersebut harus menaiki tangga atau via ferrata terlebih dahulu.

"Nanti akan ada tempat istirahat di elevasi 200 (meter) dan 300 (meter). Begitu sampai (dekat dengan sky lodge), akan ada penyebrangan tyrolean panjangnya sekitar 60 meter sampai ke skylodge," kata Dhani.

Tim Kompas.com bersiap memanjat Tebing Gunung Parang untuk menuju hotel gantung Padjajaran Anyar via Kampung Cisaga, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegal Waru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (18/11/2017). Hotel gantung Padjajaran Anyar merupakan hotel yang berada di Tebing Gunung Parang dengan ketinggian 500 meter dari kaki tebing.
Tim Kompas.com bersiap memanjat Tebing Gunung Parang untuk menuju hotel gantung Padjajaran Anyar via Kampung Cisaga, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegal Waru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (18/11/2017). Hotel gantung Padjajaran Anyar merupakan hotel yang berada di Tebing Gunung Parang dengan ketinggian 500 meter dari kaki tebing. (KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO)

Sebelumnya, tim Kompas.com harus menggunakan alat pengaman seperti halnya helm, harness, dan tali temali lainnya sebagai penunjang keamanan saat panjat tebing.

Dan jangan lupa agar selalu memasangkan pengaman ke tangga via ferrata dan sling berbahan baja yang telah disiapkan.

"Ini kita pakaikan dulu ya helm, harness, dan lanyard. Saya ingatkan aja ya untuk selalu mengikatkan kedua tali harness saat memanjat nanti demi keamanan. Yang satu ke via ferrata dan satu lagi ke sling baja, briefing-nya itu aja," kata pemandu pemanjatan Tebing Gunung Parang, Ebi.

Tim Kompas.com bersiap memanjat Tebing Gunung Parang untuk menuju hotel gantung Padjajaran Anyar via Kampung Cisaga, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegal Waru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (18/11/2017). Hotel gantung Padjajaran Anyar merupakan hotel yang berada di Tebing Gunung Parang dengan ketinggian 500 meter dari kaki tebing.
Tim Kompas.com bersiap memanjat Tebing Gunung Parang untuk menuju hotel gantung Padjajaran Anyar via Kampung Cisaga, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegal Waru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (18/11/2017). Hotel gantung Padjajaran Anyar merupakan hotel yang berada di Tebing Gunung Parang dengan ketinggian 500 meter dari kaki tebing. (KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO)

Sekitar 20 menit, tim Kompas.com pun melewati titik tebing 100 meter.

Medan yang ditempuh hingga ketinggian 100 meter tak banyak terdapat kelokan, hanya lurus dan curam.

Bergerak ke tempat lain, medan yang ditempuh pun cukup sulit dilalui.

Sebab, selain harus konsentrasi menjaga keselamatan diri, tebing pun mulai sulit untuk di panjat karena terlalu curam dan banyak kelokan.

Wartawan Kompas.com saat pemanjatan via Ferrata untuk mencapai hotel gantung Padjajaran Anyar yang terletak di tebing Gunung Parang, Purwakarta, Jawa Barat setinggi 500 meter, Sabtu (18/11/2017). Hotel gantung ini diklaim sebagai hotel gantung tertinggi di dunia mengalahkan ketinggian hotel gantung di Peru.
Wartawan Kompas.com saat pemanjatan via Ferrata untuk mencapai hotel gantung Padjajaran Anyar yang terletak di tebing Gunung Parang, Purwakarta, Jawa Barat setinggi 500 meter, Sabtu (18/11/2017). Hotel gantung ini diklaim sebagai hotel gantung tertinggi di dunia mengalahkan ketinggian hotel gantung di Peru. (KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)

Untuk bisa mencapai hotel gantung harus dengan cara menggantungkan diri pada tali atau biasa dikenal dengan sistem tyrolean di ketinggian sekitar 500 meter dari kaki tebing.

Halaman
1234
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved