TribunSumsel/

Saingan Dengan Hotel di Peru, Ini Indahnya Hotel Tertinggi di Indonesia Bikin Takjub!

Betapa indahnya kerlap-kerlip lampu rumah-rumah penduduk sekitar. Suara-suara alami dari hewan terdengar seakan

Saingan Dengan Hotel di Peru, Ini Indahnya Hotel Tertinggi di Indonesia Bikin Takjub!
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Fasilitas kamar hotel gantung Padjajaran Anyar yang terletak di tebing Gunung Parang, Purwakarta, Jawa Barat setinggi 500 meter, Minggu (19/11/2017). Hotel gantung ini diklaim sebagai hotel gantung tertinggi di dunia mengalahkan ketinggian hotel gantung di Peru. 

TRIBUNSUMSEL.COM. PURWAKARTA - Pernah mendengar hotel menggantung di sebuah gunung di Indonesia?

Kalau belum kamu mungkin pernah melihat atau membaca hotel gantung yang terkenal di Peru.

Hotel gantung atau penginapan berbentuk kapsul ini digantung di dinding tebing pada ketinggian 122 meter.

Pengunjung yang menginap di sana juga akan mendapatkan pemandangan 360 derajat sehingga jurang di bawahnya akan terlihat dengan jelas.

Tak kalah dengan yang ada di Peru, Indonesia juga punya hotel gantung seperti di Peru ini.

Dikutip dari laman Kompas.com, nuansa menyatu dengan alam begitu terasa saat rintik hujan terdengar jelas di dinding sky logde atau hotel gantung Padjajaran Anyar di Tebing Parang, Kampung Cisaga, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta, Jawa Barat.

Dari ketinggian 500 meter melalui dinding hotel nan bening yang terbuat dari polycarbonate, terlihat pemandangan dari dalam kamar hotel.

Betapa indahnya kerlap-kerlip lampu rumah-rumah penduduk sekitar. Suara-suara alami dari hewan terdengar seakan mereka ingin menemani.

Reporter Kompas.com, Anggita Muslimah Maulidya Prahara Senja menceritakan secara detail saat dia dan timnya berada di hotel tersebut.

"Saya duduk di kasur angin yang telah siap di dalam kamar hotel. Waktu saya isi dengan bercanda ria bersama rekan-rekan perjalanan sambil menunggu malam. Tak sabar rasanya merasakan makan malam di hotel gantung yang ada di Tebing Gunung Parang," ujarnya.

Halaman
1234
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help