TribunSumsel/

Ponsel Pelaku Tertinggal, Polisi Tangkap Tiga Sekawan Spesialis Pembobol Rumah

Sebelumnya ketiganya pun berpura-pura memancing di kolam pemancingan didekat rumah korban. Namun

Ponsel Pelaku Tertinggal, Polisi Tangkap Tiga Sekawan Spesialis Pembobol Rumah

TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG- Tiga sekawan spesialis pembobol rumah kosong yakni M Safnawi (27) Sutrisno (30), dan Sukarni (31) hanya bisa pasrah saat ditangkap oleh unit pidum Polresta Palembang.

Ketiga kawanan yang juga sebagai sopir tengki minyak ini pun tega membobol rumah tetangganya sendiri.

Aksi yang dilakukan oleh ketiga sekawan ini nampaknya telah terencana. Lantaran ketiganya memanfaatkan ketika penghuninya tak ada dirumah.

Sebelumnya ketiganya pun berpura-pura memancing di kolam pemancingan didekat rumah korban. Namun saat rumah tersebut kosong ketiganya pun melancarkan aksinya.

Sayangnya, selang satu hari melakukan bobol rumah, tiga orang sopir tengki minyak yang tinggal di kawasan Jalan Padat Karya Keluarahan Talang Jambi Sukarami ini, Sabtu (18/11/2017) berhasil dibekuk aparat Sat Reskrim unit Pidum Polresta Palembang.

Tersangka berhasil dilacak keberadaannya, setelah satu HP milik salah satu tersangka tertinggal di kediaman korban saat kawanan ini melancarkan aksinya.

Ketiganya pun hanya bisa pasrah ketika digelandang ke Mapolresta Palembang. Safnawi mengaku uang hasil curian tersebut pun sudah dihabiskan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Hasil membobol kami bagi tiga pak dan uangnya sudah habis untuk makan dan beli kebutuhan sehari-hari," akunya dengan wajah sedih.

Ia mengaku tak ada niat untuk mencuri akan tetapi karena melihat rumah tersebut tak ada orang lalu muncul niat jahat itu.

"Awalnya kami sedang mancing pak didekat rumah korban lalu liat pemilik rumah pergi lalu muncul niat jahat tersebut," jelasnya.

Ia mengaku masuk kerumah lewat dari jendela dengan cara mengcongkel. Lalu kedua rekannya mengawasi lokasi sekitar.

Setelah masuk kerumah korban, lanjut tersangka ini, mengambil TV LCD, Ipad, dan HP yang berada di kamar korban.

"Korban itu masih tetangga kami, untuk TV sudah kami jual ke teman kami yang tinggal di Kertapati seharga Rp 900 ribu, sedangkan dua barang lagi belum sempat kami jual pak," jelasnya.

Penulis: Sri Hidayatun
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help