Demo Warga Tegal Binangun

Warga Tegal Binangun Tolak Masuk Kabupaten Banyuasin

Pemkab Banyuasin sudah melakukan pengukuran ulang yang melibatkan Kota Palembang dan Provinsi Sumsel.

Warga Tegal Binangun Tolak Masuk Kabupaten Banyuasin
tribunsumsel.com/Siemen Martin
11 ribu jiwa warga Kelurahan Plaju Darat, Kecamatan Plaju Kota Palembang yang tergabung dalam 28 Rukun Tetangga (RT), naik pitam dan marah kepada Bupati Banyuasin. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Defri Irawan

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Atas penolakan warga Tegal Binangun Kecamatan Rambutan, Bupati Banyuasin SA Supriono meminta warga Tegal Binangun mentaati aturan yang ada. 

Saat ini lanjut orang nomor satu di Banyuasin ini, Tegal Binangun sudah sah masuk ke kawasan Banyuasin.

Pemkab Banyuasin sudah melakukan pengukuran ulang yang melibatkan Kota Palembang dan Provinsi Sumsel.

Dan saat ini Tegal Binangun secara administratif masuk ke kawasan Banyuasin.

"Sudah dilakulan pengukuran ulang, secara Administratif Tegal Binangun masuk ke kawasan kita. Terlepas penolakan warga yang beralasan jauh berurusan ke Banyuasin, itu tidak bisa jadi alasan, makanya kita buatkan kantor lurah ini agar masyarakat mudah," kata orang nomor satu di Banyuasin ini.

Warga Tegal Binangun yang merasa lebih dekat dengan Kota Palembang menolak bergabung dengan Kabupaten Banyuasin.

Apalagi saat ini Banyuasin sudah memekarkan kembali kelurahan Jakabaring Selatan untuk memudahkan masyarakat setempat.

Sementara itu Ketua DPRD Banyuasin meminta masyarakat Tegal Binangun Kecamatan Rambutan Banyuasin tenang dan tidak grasak-grusuk protes tidak mau bergabung dengan Banyuasin.

"Pemkab Banyuasin punya hak untuk mengatur daerahnya sendiri. Terlepas Warga Tegal Binangun yang ingin pisah hanya cuma segelintir orang," ungkapnya.

Lebih lanjut kata dia, tegal binangun Kecamatan Mariana sudah dari dulu masuk ke kawasan Banyuasin. Untuk itu segala potensi yang ada di kawasan Tegal Binangun akan digali untuk pembangunan di Banyuasin.

"Apa yang sudah menjadi kawasan Banyuasin tidak sedikitpun akan kami lepaskan. Salah satunya tegal binangun. Pemda berhak mengelola potensinya apalagi kawasan tersebut sudah cukup berkembang," tegasnya.

 Warga Tegal binangun Banyuasin yang tidak mau bergabung dengan Banyuasin dan lebih memilih akan bergabung ke Palembang 

Penulis: Defri Irawan
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help