TribunSumsel/

Nemu Muntahan Paus, Lihat yang didapat Pria Ini, Benar-benar Kaya Mendadak

Di tengah ramainya pemberitaan tentang Sukadi, nelayan asal Bengkulu penemu muntahan paus (Ambergris) bernilai mahal, akun Facebook Yandi Febriansah,

Nemu Muntahan Paus, Lihat yang didapat Pria Ini, Benar-benar Kaya Mendadak
Capture
Sukadi, nelayan Bengkulu penemu muntahan paus bernilai mahal. 

Karena wangi Ambergris bertahan lama sehingga harganya pun sangat tinggi.

Diduga Ambergris atau muntahan paus.
Diduga Ambergris atau muntahan paus. (Capture)
 

Harga Miliaran

Dilansir Mirror.co.uk pada Agustus 2016, pasangan dari Lancashire, Inggris, Gary dan Angela pernah menemukan muntahan ikan paus.

Mereka menemukan muntahan paus di pinggiran Pantai Middleton tak jauh dari tempat tinggal mereka sekitar April.

Awalnya Gary-Angela jijik melihat benda lembek dengan bau tak sedap.

"Seperti bau kotoran manusia bercampur dengan muntahan," ujarnya.

Tapi ia menyadari benda itu bukan sekadar kotoran.

Ia kemudian membawanya pulang.

Benda itu rupanya Ambergris seharga 930 pound sterling atau setara hampir Rp 1 miliar.

Kenapa Ambergris dibanderol dengan harga yang mahal?

Konon, muntahan paus banyak dicari oleh produsen parfum ternama lantaran ambergris mampu menghasilkan wewangian yang dapat bertahan hingga sangat lama.

Untuk memastikan batu lembek dengan bau tak sedap itu adalah muntahan paus, Anda harus mengujinya apakah mudah terbakar atau tidak.

Jika mudah terbakar, kemungkinan itu adalah muntahan paus yang terdampar di pantai.

Setiap paus memiliki ambergris yang berfungsi melindunginya dari memakan-makanan yang tak semestinya dimakan.

Jadi, cobalah kenali ambergris. Karena jika beruntung menemukan muntahan paus, Anda akan menjadi miliarder dadakan.

Ada Fenomena Lain

Dosen kelautan pengasuh mata kuliah Oseanografi dan Istiologi (ilmu tentang ikan) Universitas Bengkulu, Zamdial Sj, saat dihubungi Kompas.com mengatakan tidak ada dalam kebiasaan (habit) ikan paus muntah.

Ikan paus, menurut dia, ada yang memakan ikan kecil, udang, dan plankton.

Sepanjang pemahaman yang dimilikinya, kebiasaan sehari (daily activity) paus tidak ada muntah.

Jika muntah, diperkirakan ada fenomena lain dari paus.

"Bisa jadi ia muntah karena salah makan. Misalnya termakan sampah plastik, tetapi itu jarang terjadi," katanya.

Terkait muntahan paus berharga ratusan juta, dirinya menyebutkan belum mengetahui.

"Saya tidak tahu muntahan paus itu apa dan memiliki nilai jual tinggi. Yang harus dipastikan apakah benar yang ditemukan nelayan itu muntahan paus? Mungkin itu limbah dari fenomena alam lain, dibutuhkan penelitian lebih lanjut," ujarnya.(*)

Editor: Kharisma Tri Saputra
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help