TribunSumsel/

Memalukan! Jadia Makelar Pembayaran Pajak, ASN Ini Diciduk

Akibat menjadi makelar pembayaran pajak kendaraan roda dua maupun roda empat membuat

Memalukan! Jadia Makelar Pembayaran Pajak, ASN Ini Diciduk
tribunsumsel.com/Eko Hepronis
Tersangka saat dirilis Kapolsek Lubuklinggau Timur AKP Hadi, Senin (13/11/2017). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

LUBUKLINGGAU, TRIBUN - Akibat menjadi makelar pembayaran pajak kendaraan roda dua maupun roda empat membuat Ganta Yudha (34) warga Jln, Depati Said Rt.02 Kelurahan Pelita Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Barat I akhirnya harus mendekam di sel tahanan.

‎Setelah oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdinas di Samsat Kota Palembang ini diamankan oleh unit Reskrim Mapolsek Lubuklinggau Timur saat sedang bekerja dikantornya, Jumat (10/11) sekira pukul 10.00 WIB.

Dari tangannya Polisi berhasi mengamankan barang bukti (BB) sebanyak 29 S‎urat-surat kendaraan yang diamakan dari kota Lubuklinggau R 4 sebanyak 12 unit dan R 2 sebanyak 11 unit.

Sedangkan dari kota Palembang R4 sebanyak empat unit, dan R2 tiga unit.

Disamping itu petugas juga mengamankan BB Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) sebanyak 7 buah.

Dua buah akan dilakukan penyitaan karena berkaitan dengan hasil kejahatan ‎sedangkan lima buah lainnya masih dalam pengembangan.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga melalui Kapolsek Lubuklinggau Timur AKP Hadi mengatakan penangkapan ‎Ganta bermula saat petugas mendapat laporan dari kedua korbannya yakni Bambang Teguh Prasetyo (39) warga Jalan Kemuning Rt.06 Kelurahan Puncak Kemuning, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, dan Tarmizi (36) Jln Kenanga II Rt.06 Kelurahan Senalang, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

"Modus operasi Ganta menjajikan kepada Bambang dan Tarmizi akan menyetorkan biaya Mutasi dan BBN ke loket pembayaran kantor samsat kota Lubuklinggau, Namun oleh pelaku uang yang disetorkan korban malah dipakai oleh tersangka," ungkapnya saat menggelar rilis, Senin (13/11).

Akibat kejadian itu Bambang mengalami kerugian uang sebesar Rp. 5.5 juta dan satu lembar BPKB, STNK asli Mobil Suzuki Escudo dengan nomor polisi (Nopoly BG 1126 AT.

Sedangkan Tarmizi mengalami kerugian uang sebesar Rp. 4.5 juta dan satu lembar BPKB, STNK asli mobil Toyota Avanza dengan Nopol BG 1732 RC.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help