Penyanderaan di Papua - 1300 Orang Disandera Kelompok Bersenjata, TNI-Polri Lakukan Tindakan ini

Sembako itu pun kemudian didistribusikan ke masyarakat melalui aparat kampung yang bertugas di sana.

Penyanderaan di Papua - 1300 Orang Disandera Kelompok Bersenjata, TNI-Polri Lakukan Tindakan ini
KOMPAS.com/JHON ROY PURBA
Kondisi kios di sekitar Asrama Polsek Tembagapura Mile 68, Kampung Utikini, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, yang terbakar, Minggu (5/11/2017). Kebakaran itu diduga akibat ulah kelompok kriminal bersenjata. 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAYAPURA - Polda Papua terus berupaya membebaskan warga di Desa Kimbely dan Desa Banti, Mimika, Papua, dari intimidasi dan ancaman Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Untuk itu, dibentuk Satgas Terpadu Penanggulangan Kelompok Kriminal Bersenjata.

Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Papua, AKBP Suryadi Diaz, mengatakan Satgas Terpadu ini merupakan personil gabungan dari Polri dan TNI.

"Satgas Terpadu ini terdiri dari personil gabungan Polri dan TNI, yang berjumlah 200 personil," ujar Suryadi Diaz, dalam keterangan resminya, Kamis (9/11/2017).

Namun, Suryadi menegaskan jika Satgas Terpadu ini bukanlah Satgas Amole yang melaksanakan pengamanan objek vital PT Freeport Indonesia.

Suryadi mengatakan pihaknya terus berupaya melakukan langkah-langkah persuasif dan preventif agar masyarakat bisa terbebaskan dari intimidasi dan ancaman KKB.

"Kondisi masyarakat di kedua desa, yakni Kimbely dan Banti masih dalam kondisi cukup baik. Polda Papua dan TNI akan berusaha melumpuhkan KKB," ujar Suryadi Diaz.

Diberitakan, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua melarang sekitar 1.300 orang dari dua desa untuk keluar bepergian dari wilayahnya.

Dua desa tersebut adalah Desa Kimbely dan Desa Banti, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.

Bagikan Makanan

Halaman
123
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved