TribunSumsel/

Sriwijaya FC

VIDEO : Dijamu Marco di Kampung Halaman, Pemain SFC Lahap Santap Makanan Laut

Kampung Enggros sendiri adalah kampung unik yang terletak di tengah lautan.

VIDEO : Dijamu Marco di Kampung Halaman, Pemain SFC Lahap Santap Makanan Laut
Tribun Sumsel/ Haryanto

TRIBUNSUMSEL.COM, JAYAPURA- Usai melakukan recovery, tim Sriwijaya FC mendapat jamuan khusus dari warga Kampung Enggros Jayapura, Jumat (10/11) sore.

Tempat ini sendiri merupakan kampung halaman dari Marco Meraudje, pemain muda laskar wong kito yang meroket penampilannya musim ini di kompetisi Liga 1 Indonesia 2017.

Kampung Enggros sendiri adalah kampung unik yang terletak di tengah lautan.

Kampung ini seolah terapung di atas wilayah perairan teluk Youtefa.

Walaupun letaknya berada di laut, semua fasilitas di kampung ini cukup memadai.

Mulai dari pos polisi, klinik, kantor kepala desa, gereja, hingga sarana air bersih dan listrik pun lengkap dimiliki kampung ini.

Bila kita ingin menuju ke Kampung Enggros harus menggunakan perahu motor yang berangkat dari pelabuhan kecil di pasar Youtefa.

Perjalanan menelusuri asal usul penduduk Jayapura pun dimulai dengan membayar sewa perahu motor sebesar Rp10.000.

Perjalanan ini memakan waktu yang tidak lama, hanya sekitar 5 menit saja.

Marco sendiri menyebut keluarganya memang sengaja mengundang seluruh anggota tim SFC untuk berkunjung ke rumahnya.

Dalam jamuan tersebut, keluarga Marco bahkan menyiapkan kuliner khas Papua mulai dari papeda, ikan mubara, cumi bakar, keladi tumbuk hingga nasi kuning.

Seluruh punggawa SFC sendiri tampak lahap menyantap masakan tersebut dan hampir semuanya dicicipi tanpa terkecuali.

Marquee player SFC, Tijani Belaid yang juga datang bersama sang istri Ines Khalifa juga tampak lahap menyantap makanan khas dari provinsi paling ujung di Indonesia Timur ini.

“Ikannya sangat khas, di Padang ada yang seperti ini tapi bumbunya berbeda,” ungkap Teja Paku Alam, penjaga gawang SFC. Sementara duo Brasil, Alberto Goncalves dan Hilton Moreira mengaku tadi cukup senang menyantap cumi bakar yang ukurannya lebih besar ketimbang yang biasa dimakan di Palembang atau Jakarta.

Penulis: Haryanto
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help