TribunSumsel/

Lakukan Perlawanan, Tersangka Spesialis Curanmor di Lubuklinggau Ini Harus Rasakan Timah Panas!

Bahkan, saat diperintahkan untuk menyerah, Rizal berupaya melawan dan mencabut senjata api rakitan

Lakukan Perlawanan, Tersangka Spesialis Curanmor di Lubuklinggau Ini Harus Rasakan Timah Panas!
tribunsumsel.com/Eko Hepronis
Ketika tersangka dirilis di Mapolres Lubuklinggau, Minggu (5/11/2017). 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -‎ Rizal Efendi (22) warga  RT 06 Kelurahan Jukung, Kecamatan Lubuklinggau Selatan 1‎ melakukan perlawanan saat diamankan ‎tim Buser Satreskrim Polres Lubuklinggau.

Bahkan, saat diperintahkan untuk menyerah, Rizal berupaya melawan dan mencabut senjata api rakitan (senpira) dari pinggangnya.

Namun, polisi akhirnya berhasil melumpuhkan Rizal dengan tembakan ke arah kaki kanan dan kiri.

Akibat luka tembak tersebut, ia terpaksa dibawa ke RS Siti Aisyah untuk mendapat pertolongan medis.

Rizal ditangkap polisi atas kasus pencurian sepeda motor (curanmor) berdasarkan laporan Hafizul Kalam pada 18 Maret 2017 silam.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga melalui Kasat Reskrim, AKP Ali Rojikin mengatakan, kejadian bermula saat Hafizul berkunjung ke rumah Kus.

Ketika itu, ia memarkirkan sepeda motornya di depan rumah Kus.

Hanya berselang sekitar 10 menit korban hendak pulang dan mendapati sepeda motornya tidak ada lagi.

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian 1 unit sepeda motor Vixion Nopol BG 5585 IN dengan taksiran Rp 15 juta.

"Pelaku mengambil sepeda motor milik korban dengan cara merusak stang dengan kunci T. Ia lalu menjual hasil curanmor ke daerah Kepala Curup Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu," jelasnya, Minggu (5/11/2017).

Dari tangan Rizal, berhasil diamankan satu unit sepeda motor Honda Beat Nopol BG 2511 HV, satu pucuk senpira beserta empat butir amunisi, satu buah kunci letter T dengan anak kunci sebanyak empat buah, dan sebilah pisau.

Ketika diinterogasi petugas, Rizal mengaku telah menjalankan aksi curanmornya sebanyak 29 kali di 29 TKP (Tempat Kejadian Perkara) berbeda.

Ia mengaku menjalankan aksinya bersama lima teman lainnya yang saat ini masih menjadi DPO Polres Lubuklinggau.

"29 TKP itu tersebar di Polres Lubuklinggau tujuh TKP, Lubuklinggau Timur 9 TKP, Lubuklinggau Selatan 10 TKP, dan Lubuklinggau Barat sebanyak 3 TKP," tuturnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help