TribunSumsel/

Ini 7 Cara Menghindari Operasi Zebra di Jalan, Tapi Risikonya Tanggung Sendiri

Polisi lalu lintas se-Indonesia akan menggelar operasi lalu lintas bersandi Zebra atau Operasi Zebra.

Ini 7 Cara Menghindari Operasi Zebra di Jalan, Tapi Risikonya Tanggung Sendiri
SERAMBINEWS.COM/SAIFUL BAHR
Ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM -   Polisi lalu lintas se-Indonesia akan menggelar operasi lalu lintas bersandi Zebra atau Operasi Zebra.

Operasi tilang-menilang ini digelar serentak sesuai agenda Korps Lalu Lintas Polri yakni selama 14 hari atau dua pekan, mulai Rabu (1/11/2017) hingga Selasa (14/11/2017).

Dalam operasi ini, polisi bakal menyasar terhadap pelanggaran lalu lintas dan angkutan jalan, seperti muatan berlebihan (over load, over capacity, over dimensi), melawan arus, TNKB, dan pelanggaran kasat mata lainnya.

Operasi ini diharapkan terbangun kesadaran atau disiplin berlalu lintas, menurunkan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas.

Meski tujuannya baik, namun tetap saja banyak masyarakat yang jusru menilainya sebagai momok yang menyeramkan!

Razia polisi yang dilakukan di jalan tersebut malah kerap membuat kita sebal, takut, dan deg-degan.

Rasa deg-degan itu sendiri terjadi karena kita tidak punya kelengkapan kendaraan yang baik dan bisa terkena tilang.

Namun bagi yang membawa kelengkapan surat dan memiliki kondisi kendaraan yang baik, razia polisi bukanlah suatu yang menakutkan dan menyebalkan.

Nah, untuk mereka yang suka melanggar dan sering terkena tilang pasti punya banyak cara untuk menghindari tilang.

Modus-modus pelanggar ini kadang lucu-lucu dan unik.

Maka dari itu Satlantas Aceh Besar coba untuk mensosialisasi razia polisi yang dikemas dalam video lucu.

Video-video berikut ini akan memperlihatkan modus pelanggar hadapi razia polisi yang dibuat oleh Satlantas Aceh Besar.

Satlantas Aceh Besar mengunggah video tersebut di akun Instagram-nya @satlantasacehbesar yuk kita simak:

1. Pura-pura kesurupan

Salah satu cara para pelanggar dalam razia itu yang paling unik itu adalah kesurupan.

Kejadian seperti ini pernah terjadi, diberitakan oleh TribunSumsel.com (15/9/2015) bahwa seorang pengendara motor yang merupakan mahasiswi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) mendadak seperti orang kesurupan saat distop oleh polisi Satuan Lalulintas (Satlantas) Lahat, saat menggelar razia.

Perempuan berjilbab ini tiba-tiba menangis sambil berteriak namun itu hanya akal-akalan saja untuk mengelabui polisi supaya terhindar dari tilang.

Lucunya, Satlantas Aceh Besar juga memparodikan kejadian itu.

Anehnya, yang merasuki sosok pengendara ini bukanlah makhluk halus!

Hewan-hewan seperti harimau dan gorilla justru dengan kocaknya merasuki sang pengemudi.

2. Ngaku-ngaku anggota

Ada juga tuh yang gak mau ditilang, terus bilangnya mereka adalah anggota kepolisian yang sedang tidak dinas.

Biasanya orang-orang yang badannya kekar itu yang sering beralasan seperti itu.

Seharusnya kalau beneran anggota, ya malu lah ditilang sesama rekannnya!

Bukannya nyombongin diri kayak orang-orang yang lagak jadi polisi! hehehe

Lihat contohnya di video tersebut deh.

3. Ngaku-ngaku anak Jendral

Banyak tuh pelanggar yang menggunakan alasan dengan mengaku sebagai anak jendral.

Seperti yang terlihat dalam video tersebut seorang berkerudung merah itu berkata.

"Apa-apaan ini! Berani-berani bapak tilang saya! Bapak gak tahu saya siapa? Bapak gak tahu kalau bapak saya jendral! Bapak saya itu jendral lho, bapak, jangan berani-berani tilang saya! Itu kalau mobil saya sampai dibawa kesana jangan salahkan saya kalau saya laporin bapak ke bapak saya."

"Siapa dek, siapa bapak kamu?" tanya polisi itu.

"Bapak saya itu Jendral Arman Maulana," katanya.

"Lhoh Arman Maulana bukannya penyanyi dek"

4. Pura-pura pingsan

Kalau tidak membawa kelengkapan kendaraan dan takut ditilang ada-ada saja cara para pelanggar untuk menghindar dari razia.

Salah satu caranya adalah dengan ngambek dan pura-pura pingsan seperti perempuan yang ada dalam video tersebut.

Cara satu ini sih nggak dibilang ampuh.

Kalau sang pengemudi bangun pingsna, toh kemudian ia tetap saja kena tilang.

Udah buang-buang waktu, buang-buang energi pula buat akting pingsan! hehehe

5. Pura-pura masuk warung

Kalau dari kejauhan kalian sudah lihat nampak ada razia pasti biasanya terus putar balik atau pura-pura mampi masuk ke warung.

Atau kadang ada juga pengguna jalan dari arah berlawanan yang bilang kalau ada razia.

Terus kita mlipir, pura-pura masuk warung atau berhenti sebelum lokasi razia karena kita gak bawa kelengkapan kendaraan.

Tapi kalau masuk warungnya "Warung Polisi" seperti dalam video itu ya habis lah.

6. Pura-pura Nangis

Ini juga nih kadang-kadang yang suka dilakuin oleh orang-orang yang kehidupannya drama abis.

Saat hendak ditilang, sang pengemudi menangis-nangis minta belas kasihan.

Mereka mengaku khilaf dan tidak ingin ditilang.

Menggunakan metode satu ini, sang pelanggar mengharapkan sang polisi memaafkannya dan tidak memberikannya tilang.

Meski begitu, polisi ya tetap harus menindak tegas sang pelanggar.

Hal ini terjadi mengingat mereka juga sebenarnya kasihan juga sih saat menggelar operasi seperti.

Saat siang terik lagi panas-panasnya, eh mereka tetap setia berdiri di jalan-jalan raya untuk menertibkan lalu lintas.

Dengan kondisi yang maha berat ini toh mereka masih bisa tegar dan tidak nangis huhuhuuuuu.

7. Pura-pura Ganti Pengemudi

Ada juga nih yang pas operasi tiba-tiba berhenti di jalan terus tukaran pengemudi.

Hal ini biasanya terjadi karena yang bawa motor nggak punya SIM sedangkan yang diboncengin bawa.

Nah, kalau kejadian kayak gini nih, bisa dibilang aneh hehehe.

Ngapain ya tukeran?

Kalau yang diboncengin punya SIM, ya dia lah yang disuruh bawa, bukan orang yang nggak punya SIM.

Tipe-tipe kayak gini sih biasanya yang minta banget ditilang nih! Hehehe

(TribunStyle.com/ Bobby Wiratama)

Editor: Kharisma Tri Saputra
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help