TribunSumsel/

Global Entrepreneurship Week 2017

Global Entrepreneurship Week : Anak-anak Berlomba Buat Pohon Uang, Ini Tujuan yang Diharapkan

Membuat pohon uang merupakan satu dari sekian banyak kegiatan Global Entrepreneurship Week 2017 yang

Global Entrepreneurship Week : Anak-anak Berlomba Buat Pohon Uang, Ini Tujuan yang Diharapkan
TRIBUNSUMSEL/M.A.FAJRI
TAMPIL - Peserta saat tampil pada acara Start Up Entrepreneurship di Palembang Trade Center Palembang, Rabu (1/11/2017). 

TRIBUNSUMSEL.COM- Senangnya siswa-siswi dari My School membuat pohon uang di atrium Palembang Trade Center (PTC) Mall, Rabu (2/11).

Riang, tawa terpancar dari wajah ratusan anak My School yang menyedot perhatian pengunjung Mal siang kemarin.

Membuat pohon uang merupakan satu dari sekian banyak kegiatan Global Entrepreneurship Week 2017 yang berlangsung 1-5 November yang diselenggarakan oleh Tribun Sumsel-Sriwijaya Post bersama dengan My School, Bank BRI, PT TEL, PT Rumah Sales Profesional dan lain sebagainya.

Pohon uang yang paling menarik pula akan diberikan hadiah dipenghujung kegiatan 5 November mendatang.

Ratusan peserta nampak hadir dan bernyanyi bersama sejak pagi kemarin.

Berbagai kegiatan sudah dilakukan, diawali dengan Opening GEW 2017, photo contest, be number 1 lower grade, yel-yel Competition, Giant Chutes and Leader dan lain sebagainya.

Owner and Founder My School Yohanes Agus Taruna menyampaikan My School konsisten menyelenggarakan hal serupa selama tujuh tahun, apalagi disuport oleh Kompas Gramedia Group. Menurutnya tahun ini sangat meriah karena digelar di mal dan ia berhatap para siswa dapat belajar banyak hal.

“Kenapa konsisten? karena seperti visi sekolah ini yang menciptakan enterpreneur. Anak-anak disini setelah selesai sekolah bukan diarahkan untuk mencari pekerjaan tapi menciptakan lapangan pekerjaan,” kata Yohanes dan Grand Opening GEW 2017.

Di My School, lanjut Yohanes sudah diajarkan untuk menjadi entrepeneur sejak kecil agar para siswa siap bersaing bahwa dunia sedang berubah menjadi globalisasi.

“Kalau sekolah masih konvensional, maka yang terjadi banyak SDM muda yang muncul tahun mendatang tidak siap menghadapi globalisasi. Harusnya sekolah menciptakan SDM yang mampu bersaing,” ujar Yohanes.

Halaman
12
Penulis: Weni Wahyuny
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help