TribunSumsel/

Percaya Mitos Takut Air Susu Amis, Ibu Hamil dan Menyusui di Kab OKI Malah Lakukan Ini

Dari data yang diperoleh dari Puskesmas dan bidan Desa Sukadarma, terdapat 11 anak yang mengalami gizi buruk dan pertumbuhan tidak maksimal...

TRIBUNSUMSEL.COM - Mentari sore bersinar terang di kampung nelayan Desa Sukadarma, Kecamatan Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) awal pekan kemarin. Di sebuah rumah panggung, sejumlah ibu rumah tangga di kawasan itu tengah asyik bercengkrama.

Aktivitas itu dilakukan sembari mengasuh buah hati mereka yang rata rata masih berusia balita, sebagian anak masih digendong, sisanya berlarian di dalam rumah. Ruaidah (22), sambil menggendong putra pertamanya, Fadillah (2,2), turut larut dalam obrolan.

Sekalipun nampak ceria, Fadillah baru memiliki berat badan 8,5 kilogram. Padahal idealnya anak pada usia itu harus memiliki berat hingga 11 kilogram.

Dari data yang diperoleh dari Puskesmas dan bidan Desa Sukadarma, terdapat 11 anak yang mengalami gizi buruk dan pertumbuhan tidak maksimal.

Data dari Dinas Kesehatan Sumsel, OKI merupakan wilayah tertinggi penderita stunting (anak pendek dan kurang gizi). Ada delapan kecamatan penyumbang terbanyak anak stunting yakni Teluk Gelam, Lempuing, Mesuji Raya, Mesuji, Mesuji Makmur, Jejawi, Cengal, dan Sungai Menang.

Kepada Tribun, Ruaidah juga mengaku bingung. Tidak ada masalah selama masa kehamilan, ia juga sangat memerhatikan kondisi kesehatannya. Tetapi kenyataannya, pertumbuhan si buah hati tetap tidak maksimal.

“Ya normal saja saat kehamilan, makan tiga kali sehari, juga terkadang minum susu, saat lahir pun normal beratnya 2,3 kilogram dan panjang 47 sentimeter,” katanya

Setelah Fadilah lahir, Ruaidah langsung memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif sampai usia enam bulan kepada buah hatinya. Memasuki semester kedua, ibu rumah tangga ini juga memberikan beberapa makanan tambahan. Sekalipun demikian, ia tetap memberikan ASI hingga anaknya berusia genap dua tahun.

Penambahan berat badan putranya dirasakannya sangat lambat. Bahkan pada usia 1,5 hingga 2,1 tahun hanya bertahan pada angka tujuh kilogram. Berat badan Fadillah baru meningkat menjadi 8,5 kilogram saat berusia 2,2 tahun.

“ Lama beratnya cuma tujuh kilo, mungkin turunan kurus, padahal ibu, ayah dan kakek dan neneknya gemuk semua, “ kilahnya sembari tersenyum.

Halaman
1234
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help