Belum Miliki Ahli Uji Berkala, Dishub Muratara Masih Lakukann Uji KIR ke Lubuklinggau

Setidaknya ada puluhan kendaraan yang harus dilakukan uji berkala dan jumlah tersebut akan bertambah setiap tahunnya.

Belum Miliki Ahli Uji Berkala, Dishub Muratara Masih Lakukann Uji KIR ke Lubuklinggau
TRIBUNSUMSEL.COM/DEFRI IRAWAN
Tempat uji KIR 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Farlin Addian

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA -- Uji KIR tentu sangat diperlukan di Kabupaten Muratara serta memeriksa bagian kendaraan bermotor yang melintas di wilayah Bumi Beselang Serundingan.

Untuk itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Muratara, Alha Warizmi sudah mewacanakan uji KIR secara berkala terhadap angkutan umum, angkutan niaga dan bus.

"Kendaraan yang wajib untuk dilakukan uji KIR ini yakni seluruh mobil menggunakan plat kuning dan kendaraan berplat hitam yang digunakan sebagai kendaraan niaga," kata Alha Warizmi.

Setidaknya ada puluhan kendaraan yang harus dilakukan uji berkala dan jumlah tersebut akan bertambah setiap tahunnya.

Sedangkan ahli pengujian berkala yang dimiliki pemerintah belum ada, pihak Dishub Kabupaten Muratara masih bekerjasama dengan Dishub Kota Lubuklinggau.

Tujuannya, agar kendaraan memenuhi syarat layak jalan, sehingga mobil yang sudah dilakukan uji KIR tidak menimbulkan masalah di jalan raya misalnya kecelakaan, maupun memyebabkan polusi udara.

Kepala Dishub Musirawas Utara (Muratara), Alha Warizmi
Kepala Dishub Musirawas Utara (Muratara), Alha Warizmi (Tribunsumsel.com/Farlin Addian)

Dijelaskannaya, pemeriksaan uji KIR ini yakni sistem pengereman, ban mobil, wifer, termasuk suara klakson guna mengecek kelayakannya.

Selain itu, teknis lainnya juga seperti pemeriksaan gas buang kendaraan atau emisi, pengecekan instrumen di dasboard mobil, lampu kendaraan juga supaya berfungsi dengan baik dan pemeriksaan lain terhadap performa kendaraan termasuk pengecekan kondisi mesin.

Namun, dalam rangkaian uji KIR ini jika ditemukan kendaraan yang tidak lolos, maka kendaraannya tidak boleh beroperasi dan memperbaiki dulu yang diindikasikan rusak dan dilakukan pengujian ulang.

"Bagi mobil yang lolos uji KIR akan diberikan sebuah buku uji dan plat uji, stiker uji KIR," ujarnya.

Dikatakannya, Dishub melakukan uji berkala sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2017 tentang retribusi daerah.

"Pengujian KIR kendaraan dapat dilakukan satu kali dalam seminggu, kita berharap dengan dilakukan uji KIR bisa menambahan Pendapatan Asli Daera (PAD) untuk Kabupaten Muratara," ungkapnya.

Penulis: Farlin Addian
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved