Tak Disangka Indonesia Ternyata Negara Ramah Vegetarian, Ini Dia Daftar Negara Lainnya

Hasilnya cukup mengejutkan karena ternyata banyak negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang ramah vegetarian.

Tak Disangka Indonesia Ternyata Negara Ramah Vegetarian, Ini Dia Daftar Negara Lainnya
Shutterstock
Ilustrasi 

"Bagi penggemar makanan berdaging seperti sate, soto ayam, seafood, ataupun menu daging lainnya, cara termudah untuk mengawali menjadi vegetarian yakni dengan mengurangi konsumsi daging secara bertahap, agar tubuh bisa melakukan penyesuaian," katanya.

Secara intensitas juga dikurangi bertahap, misalnya tadinya setiap hari makan daging, cobalah tidak makan daging seminggu sekali, kemudian seminggu 3 kali, dan akhirnya setiap hari tidak makan daging.

Kalau sudah mantap boleh dilanjutkan dengan tidak mengkonsumsi kuah makanan yang ter-”cemar” daging atau minyak bekas menggoreng makanan hewani," ungkapnya.

lalu pelajari setiap makanan. Perhatikan nilai gizi atau kalorinya, apakah sudah memenuhi kebutuhan tubuh Anda. 

Dan juga  harus tetap makan makanan manis dan berlemak --namun dalam porsi kecil. Misalnya camilan kacang atau cokelat, untuk mengindari kekurangan kalori di dalam tubuh.

"Konsumsi kacang-kacangan sesering mungkin. Misalnya  yang dari kedelai tempe, tahu, edamame, susu kedelai, dan sebagainya," urainya

Ilustrasi
Ilustrasi (SHUTTERSTOCK)

Dijelaskannya ada beberapa kategori Vegetarian yang pertama Vegan yakni mereka yang idak mengonsumsi sama sekali daging dan segala bentuk produk hewani, termasuk susu dan telur.

kedua jenis Lacto-Vegetarian yang menghindari konsumsi produk hewani, kecuali susu dan produk susu.

yang ketiga Lacto-ovo-vegetarian tidak mengonsumsi daging dan ikan merah, tapi masih mengonsumsi telur dan produk susu dan yang keempat Semi Vegetarian yaitu mereka yang hanya mengonsumsi sayuran, juga ayam, ikan, dan telur sebagai pengganti daging merah. Juga produk susu sebagai tambahan.

Rasanya tidak ada orang sakit tertentu yang tidak bisa bervegetarian. Karena bervegetarian justru makin sehat.

Biasanya dokter justru menyarankan banyak makan sayuran jika sudah kena penyakit-penyakit berat tertentu.

Cara yang benar adalah makanlah dengan menu yang bervariasi, seperti tahu, tempe, variasi sayuran aneka warna, variasi kacang-kacangan, variasi aneka jenis jamur, jangan terlalu sering makan gorengan, makanan bersantan, hindari telur, jangan terlalu banyak garam atau gula.

Chef de cuisine Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Tikno Wododo, mengolah bahan baku tempe untuk dibuat sajian nugget tempe.
Chef de cuisine Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Tikno Wododo, mengolah bahan baku tempe untuk dibuat sajian nugget tempe. (KOMPAS/YUNIADHI AGUNG)

"Dan jangan lupa untuk minum air yang cukup dan banyak makan buah-buahan," tambahnya.

Makanan tradisonal kita kan banyak yang vegetarian seperti gado-gado, karedok, urap, lalapan dan lain-lain.

Tapi kalau mau beli di luar juga sekarang sudah banyak di kafe, kantin, food-court atau rumah makan yang menyediakan masakan vegetarian.

Manfaatnya banyak sekali. Dari aspek kesehatan sudah banyak penelitian menunjukkan terbukti jauh lebih sehat.

Dari aspek lingkungan, sekarang para pakar lingkungan membeberkan ternyata peternakan menjadi penyumbang terbesar pemanasan global, jadi dengan bervegetarian berarti kita turut menyelamatkan bumi kita.

"Dengan bervegetarian kita juga lebih berpotensi terhindar dari penyakit-penyakit kanker, bebas kolesterol, mencegah obesitas, memperkuat tulang, mencegah gangguan gejala awal menopause, panjang umur, dan tidak tertular penyakit hewan seperti penyakit sapi gila, flu burung, flu babi, flu kambing," jelasnya.

Editor: Hartati
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved