TribunSumsel/

Warga Palembang Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang yang Bakal Melanda

Warga Palembang yang setiap harinya berada di jalanan, tampaknya mesti bersiap jas hujan.

Warga Palembang Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang yang Bakal Melanda
Siakapkeli
Ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Warga Palembang yang setiap harinya berada di jalanan, tampaknya mesti bersiap jas hujan.

Pasalnya, sampai akhir Desember 2017 mendatang, kota Palembang memasuki musim penghujan.

Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, tiap harinya kemungkinan besar akan mengguyur Kota Palembang.

"Oktober, November, dan Desember ini memang tengah masuk musim penghujan," ujar Pegawai BMKG Stasiun Palembang, Agus Santoso saat dibincangi Tribunsumsel, Senin (16/10).

Satu diantara warga Prabumulih menggunakan payung melindungi diri dari hujan lebat yang mengguyur Prabumulih, Selasa (27/10/2015) sekitar pukul 16.11.
Ilustrasi (TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON)

Menurut Agus, selama periode tersebut intensitas hujan di Kota Palembang mencapai 50 mm perharinya atau sekitar 20 mm perjam.

"Hujan lebat kemungkinan besar memang bakal terjadi," jelasnya.

Tak hanya mewaspadai potensi hujan lebat.

Namun, warga kota Palembang juga harus mewaspadai angin kencang yang kemungkinan melanda Kota Palembang.

Bahkan tercatat, beberapa hari terakhir kecepatan angin di Kota Palembang mencapai 40 knot.

Pohon Flamboyan berusia sekitar 40 tahun roboh akibat angin kencang Sabtu, (17/12/2016) pagi di Jalan Perintis Kemerdekaan.
Ilustrasi (tribunsumsel.com/Wawan Perdana)

"Angka ini memang dapat dibilang cukup tinggi," terangnya.

Hingga kemarin belum terdapat laporan terjadinya puting beliung di Kota Palembang.

Namun, potensi terjadinya angin puting beliung di Kota Palembang masih bisa terjadi.

"Ekor angin kencang ini bisa mengakibatkan pohon patah karena dipelintir angin," jelasnya.

Terpantau, akibat angin kencang yang melanda Kota Palembang, beberapa pohon di kawasan Maskarabet tumbang, dan menimpa kabel listrik.

Warga yang berada di kawasan tersebutpun tampak bergotong royong, memotong kayu dengan gergaji mesin. (Slamet Teguh Rahayu)

Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help