TribunSumsel/

Penderita ISPA di Kota Ini Jumlahnya Memprihatinkan Ribuan Orang Padahal Baru Semester 1

Sementara kekebalan tubuh masyarakat berkurang sehingga menyebabkan banyak penderita.

Penderita ISPA di Kota Ini Jumlahnya Memprihatinkan Ribuan Orang Padahal Baru Semester 1
TRIBUNSUMSEL.COM/M ARDIANSYAH
Penderita ISPA 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Perubahan suhu dari dingin ke panas maupun sebaliknya atau sering disebut musim pancaroba akhir-akhir ini, membuat penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) menjadi penyakit yang paling banyak diderita masyarakat Prabumulih di Semester I 2017.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Pemerintah kota Prabumulih, jumlah penyakit ISPA pada Semester I mencapai 6707 pasien.

Sementara penyakit tertinggi kedua dan ketiga menyerang yakni Hipertensi dengan 2630 penderita dan penderita penyakit sistem otot dan jaringan sebanyak 2226 orang.

"ISPA paling banyak menyerang hingga 6707 pasien di semester I tahun ini, paling banyak menyerang anak-anak namun juga banyak dewasa," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Prabumulih, dr Happy Tedjo Tjahjono Sumali MPh melalui Sekretaris Dinas, dr Hj Hesty Widianingsih MARS MM kepada wartawan belum lama ini.

Hesty mengatakan, penyebab meningkatnya penyakit ISPA disebabkan musim pancaroba maupun udara yang tercemar menghasilkan virus serta bakteri, sementara kekebalan tubuh masyarakat berkurang sehingga menyebabkan banyak penderita.

"Pancaroba sekarang ini menyebabkan kekebalan tubuh warga menurun dan mudah terserang penyakit ISPA, apalagi penularan mudah," katanya.

Hesty menuturkan, penyakit ISPA, Hipertensi dan diabetes masuk kategori penyakit berbahaya yang tidak menular namun jumlahnya selalu meningkat, sementara penderita penyakit berbahaya menular di Prabumulih berhasil ditekan.

"Kalau penyakit berbahaya menular itu jumlah penderitanya selalu banyak, mungkin juga disebabkan pola makan dan gaya hidup masyarakat yang serba praktis serta kurang olahraga jadi jumlah selalu banyak," tuturnya.

Lebih lanjut Hesty melanjutkan, dalam memberantas penyakit pihaknya fokus ke tiga kategori yakni penyakit gans seperti kanker dan HIV, penyakit infeksi menular yang sudah tereleminasi lalu muncul kembali seperti Malaria serta penyakit infeksi yang penderitanya sudah berkurang namun kembali meningkat seperti penyakit DBD.

"Tiga kategori penyakit ini terus kami tuntaskan melalui sosialisasi, penyuluhan maupun pemeriksaan kesehatan oleh tenaga medis dan sejumlah yayasan kesehatan," lanjutnya.

Ditambahkan, Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes), dr Hj Vien D Visesah mengungkapkan penyakit ISPA setiap tahunnya menjadi penyakit dengan penderita terbanyak.

"Untuk tahun lalu sebanyak 15.036 penderita ISPA, cukup banyak. Kalau Hipertensi itu sebanyak 6002 penderita, tidak sebanyak ISPA," ungkapnya.

Vien mengatakan, selain dua penyakit tersebut, penyakit lain yang juga masuk dalam daftar penyakit terbanyak diantaranya alergi, diare, penyakit lain saluran pernafasan atas, infeksi usus.

"Penyakit karena kecelakaan atau ruda paksa, juga TB Paru yang masuk daftar 10 penyakit terbanyak di kota Prabumulih," katanya. (eds)
(eds)

Penulis: Edison
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help