TribunSumsel/

Jelang Magrib Listrik di Kawasan Ini Kerap Padam, PLN Ungkap Alasannya Bikin Elus Dada

Dikatakannya, mereka akan menambahkan penyuling satu lagi di daerah Kabupaten Muratara agar tegangan listriknya stabil

Jelang Magrib Listrik di Kawasan Ini Kerap Padam, PLN Ungkap Alasannya Bikin Elus Dada
tribunsumsel.com/Retno Wirawijaya
listrik padam 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Farlin Addian

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA -- Wakil Bupati (Wabup) Muratara, H Devi Suhartoni telah mengadakan pertemuan dengan pihak Perusahaan Listrik (PLN) mengenai seringnya pemadaman listrik jelang masuk Magrib.

Wabup Muratara, H Devi Suhartoni mengatakan bahwa dalam pertemuan tersebut mendiskusikan permasalahan listrik yang sering kejap-kejap bak lampu di diskotek.

"Mereka (pihak PLN) menjawab, mereka akan mengusahakan supaya lastrik di daerah Kabupaten Muratara tidak lagi mati, apalagi jelang Magrib," kata Devi.

Dikatakannya, mereka akan menambahkan penyuling satu lagi di daerah Kabupaten Muratara agar tegangan listriknya stabil sehingga tidak redup dan hidup mati berulang-ulang.

"Mengenai masih terjadinya listrik padam dikarenakan banyak pohon berdekatan dengan kabel PLN yang tidak ditebang warga, sehingga jika hujan angin dan menyebabkan pohon tumbang maka menimpa kabel listrik, padahal kita sudah himbau supaya ditebang," bebernya.

Wabup Muratara, H Devi Suhartoni saat pertemuan dengan pihak PLN di ruang kerjanya.
Wabup Muratara, H Devi Suhartoni saat pertemuan dengan pihak PLN di ruang kerjanya. (Tribunsumsel.com/Farlin Addian)

Sedangkan permasalahan travo sebagaimana laporan masyarakat kepadanya dibeberapa desa yakni Desa Setia Marga, Bina Karya dan Embacang yang dibeli pemda belum serah terima.

Selain itu, di Kabupaten Muratara masih banyak tunggakan tagihan listrik hingga mencapai 9 M besarannya.

Adapun desa yang menunggak tagihan listrik PLN yakni Desa Aringin sebesar Rp 600 juta, Mandi Angin Rl 575 juta, Kelurahan Muara Rupit Rp 529 juta, Karang Dapo Rp 506 juta, Kelurahan Bingin Teluk Rp 488 juta, Maur Lama Rp 438 juta, Lesung batu Rp 354 juta, Bingin Rupit Rp 285 juta, Noman Baru Rp 277 juta.

"Itulah jumlah tunggakan listrik mencapai 9 M dari masyarakat dan jangan marah yang punya desa saya tuliskan dimedia," ungkapnya.

Penulis: Farlin Addian
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help