TribunSumsel/

Sekolah Adalah Faktor Pendorong Utama untuk Memumbuhkan Minat Baca

BUKU adalah jendela dunia begitulah istilah yang tidak asing lagi ditelinga kita semua, secara kasat mata mengandung

Sekolah Adalah Faktor Pendorong Utama untuk Memumbuhkan Minat Baca
Drs. Mashud, M.Si, Kepala Perpustakaan SMPN 1 Model Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin Sumsel 

TRIBUNSUMSEL.COM-BUKU adalah jendela dunia begitulah istilah yang tidak asing lagi ditelinga kita semua, secara kasat mata mengandung makna bahwa dengan membaca kita bisa mengintip bahkan menjelajahi dunia, semakin banyak membaca maka semakin banyak pengetahuan baru yang bisa membuka alam fikiran dan wawasan alam manusia.

Pada dasarnya minat baca haruslah dipupuk sejak dini agar menjadi suatu kebiasaan.

Dalam hal ini, orang tualah yang memiliki peran utama dalam memperkenalkan dan membiasakan membaca.

Selain itu, pendidikan di sekolah juga merupakan faktor utama dalam pembiasaan membaca di kalangan masyarakat karena sekolah merupakan tempat menuntut ilmu yang tidak didapatkan di keluarga.

Berdasarkan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 ahun 2003 menyatakan bahwa Setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan kejiawaan peserta didik.

Dalam PP 19 Tahun 2005, dijelaskan bahwa standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan berekreasi, serta sumber belajar lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi informasi dan dan komunikasi.

Yang perlu digaris bawahi dari peraturan-peraturan pemerintah tersebut adalah sekolah wajib menyediakan perpustakaan untuk menunjang proses belajar dan mengajar.

Perpustakaan yang berada pada lembaga pendidikan yang merupakan bagian integral dari sekolah yang memiliki unit kerja sendiri berperan sebagai sumber belajar, keberadaan perpustakaan harus mendapat dukungan dari setiap stakeholder sekslah dan aktifitas perpustakaan biasanya dilakukan pada waktu istirahat, sesudah jam belajar usai atau ketika kelas ada jam pelajaran yang kosong karena guru berhalangan hadir dan tidak sempat memberi tugas maka diperuntukkan menjadi tempat membaca buku-buku.

Program perpustakaan sekolah saat ini tidak hanya terfokus pada peningkatan minat baca saja, akan tetapi lebih dari itu, mengutamakan pada pembinaan, bimbingan untuk berkarya dan kreatif, beberapa bimbingan yang dapat dilakukan berupa bimbingan memilih buku yang sesuai dengan keperluan (misalnya untuk keperluan diskusi dan menjelaskan tugas-tugas).

Bimbingan cara membaca yang baik dan benar, bimbingan cara meringkas buku dan menyimpulkan isi buku

Halaman
12
Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help