TribunSumsel/

Mantan Sekda Prabumulih Beli Tanah Kredit, Setelah Lunas Malah Ini yang Terjadi Bikin Syok

Tanah kaplingan tersebut berukuran 20x15 dengan harga Rp 15 juta, lalu setelah sepakat pembayaran dilakukan dengan cara dicicil.

Mantan Sekda Prabumulih Beli Tanah Kredit, Setelah Lunas Malah Ini yang Terjadi Bikin Syok
Tribunsumsel.com/Edison
Ahmad Sobri (membelakangi kamrea-red) didampingi keluarga ketika dimintai keterangan di Satreskrim Polres Prabumulih. (eds) 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Lantaran kena tipu dalam pembelian lahan, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah kota Prabumulih, H Ahmad Sobri (63) melapor ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Prabumulih.

Warga Jalan Rama no 185 RT 020 RW 08 Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara kota Prabumulih itu melaporkan M Ilyas SE (45) warga Kelurahan Karangraja Kecamatan Prabumulih Timur.

Ilyas dilaporkan karena diduga melakukan penipuan dengan menjual tanah dengan surat pelepasan hak ganda atau dua surat.

Korban yang merasa tertipu kemudian menempuh jalur hukum dan melaporkan apa yang dialaminya ke Polres Prabumulih.

Dalam laporannya dengan nomor LP/B/263/X/2017/Sumsel/ Polres Prabumulih, Ahmad Sobri mengungkapkan, peristiwa penipuan dialaminya bermula ketika pada 11 Agustus 2008 sekitar pukul 14.00 terlapor M Ilyas SE menawarkan dan menjual tanah kapilingan.

Tanah kaplingan tersebut berukuran 20x15 dengan harga Rp 15 juta, lalu setelah sepakat pembayaran dilakukan dengan cara dicicil.

Kesepakatan sendiri dilakukan di ruangan keuangan kantor Kecamatan Cambai kota Prabumulih.

Selanjutnya setelah selesai dilakukan pencicilan, korban kemudian menerima surat pelepasan hak atas tanah dari terlapor.

Namun naas, ketika diperiksa dan tanah didatangi korban untuk pengurusan surat ternyata surat pelapasan hak double alias ganda.

Merasa tertipu, korban didampingi keluarga kemudian melaporkan peristiwa dialaminya ke SPKT Mapolres Prabumulih.

Akibat penipuan itu, korban mengalami kerugian mencapai Rp 15 juta.

"Saya cicil bayar tanah itu tapi setelah lunas ternyata suratnya ganda, saya merasa ditipu dan melapor," katanya dihadapan polisi.

Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE MM melalui Kasat Reskrim, AKP Eryadi Yuswanto SH MH membenarkan adanya laporan penipuan dimana korbanya merupakan Ahmad Sobri.

"Korban melapor ditemani kerabatnya, laporan sudah kami terima dan akan kami tindaklnjuti," tegasnya.(eds)

Penulis: Edison
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help