TribunSumsel/

Lihat yang Dilakukan Polisi Kepada Pemuda Korban Salah Tangkap ini, Kondisinya Bikin Miris

Ia adalah korban salah tangkap aparat kepolisian dalam pembubaran peserta aksi penolakan proyek Pembangkit Listrik

Lihat yang Dilakukan Polisi Kepada Pemuda Korban Salah Tangkap ini, Kondisinya Bikin Miris
tribunjateng/khoirul muzaki
KISAH Korban Salah Tangkap yang Sempat Ditahan dan Digebuki Polisi. Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara telah minta maaf kepada korban dalam kericuhan pembubaran unjuk rasa di Purwokerto 

Kemudian dibebaskan pada Selasa siang (10/10).

Djupri mengatakan, keluarga memasrahkan pengusutan kasus penganiayaan anaknya ke Polres Banyumas.

Ia juga telah menerima permintaan maaf Kapolres dan jajarannya atas insiden itu saat mereka menengok anaknya di rumah sakit semalam.

Djupri menghargai sikap Kapolres yang bersedia tanggung jawab untuk memfasilitasi pengobatan anaknya hingga pulih.

"Malah nanti kalau Anjar sudah pulang dari rumah sakit, suruh ke Polres untuk laporan, mungkin untuk melengkapi berkas penyidikan. Artinya sudah ada komitmen polisi untuk mengusut kasus itu," katanya.

Ia pun tak berkeinginan menuntut ganti untung atau kompensasi atas kerugian yang dialami anaknya karena jadi korban salah tangkap.

Ia hanya berharap, anaknya lekas sembuh serta tidak ada luka pada tubuh anaknya.

"Kalau yang lecet dan memar sih kelihatan sudah kering. Yang saya khawatirkan kalau bagian dalam tubuhnya ikut kena. Karena perutnya masih sakit. Tapi semoga tidak," katanya.

Proses pembubaran massa aksi penolakan PLTP beberapa hari lalu mengakibatkan sejumlah peserta aksi, termasuk seorang wartawan yang meliput jadi sasaran pemukulan oknum aparat.

Ada 23 peserta aksi dibawa ke Mapolres untuk diperiksa, termasuk satu di antaranya Anjar, pemuda tak tahu menahu demo itu yang kebetulan berada di dekat lokasi aksi. (*)

Editor: M. Syah Beni
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help