TribunSumsel/
Home »

News

Jangan Percaya dengan Adegan "Menggebu" di Film Porno, Aslinya Tidaklah Demikian

Pasalnya, film porno membuat banyak orang berpikir, bahwa semua orang yang mereka temui mau diajak berhubungan intim.

Jangan Percaya dengan Adegan
Istimewa
Ilustrasi film porno 

Padahal tidak demikian.

Belum tentu semua orang nyaman dengan cara ini.

Bahkan ada orang yang menganggap hal ini sebagai sesuatu yang menjijikkan.

Jadi, jangan sekali-kali berpikir bahwa anda 'berhak' melakukan hal itu.

5. Berganti Posisi

Film porno menyuguhkan banyak variasi posisi bercinta.

Bahkan, tak jarang, dalam satu kali 'pertarungan', entah berapa kali berganti posisi.

Akhirnya, banyak orang tergoda mencobanya.

Kelihatan banget nih bohongnya.

Di dunia nyata, kalau kamu berganti posisi, maka bisa dibilang kamu memulai lagi dari 'nol' alias reset.

Perlu diingat juga ya, sampai sekarang, posisi misionaris yang sering dihina sebagai posisi 'membosankan', pada nyatanya masih jadi posisi yang paling banyak digunakan di dunia nyata.

6. Tanpa Pemanasan

Di film dewasa, kebanyakan adegan tak membutuhkan foreplay atau pemanasan sebelum pasangan bercinta.

Paling banter, adegan ini cuma berlangsung 30 detik.

Atau ajaibnya, bisa tak ada sama sekali !

Padahal, di dunia nyata, foreplay adalah kewajiban.

Bahkan, menurut penelitian, ini harus dilakukan agar hubungan intim bisa berujung pada perasaan saling puas dan bahagia.

7. Selalu Orgasme

Di film porno, adegan orgasme adalah keharusan.

Ironisnya, ini membuat para lelaki di dunia nyata berharap pasangan mereka melakukan hal yang sama.

Padahal tidak demikian.

Berdasar penelitian, wanita lebih sulit mendapatkannya.

Karena itulah, banyak wanita yang di dunia nyata sampai harus pura-pura orgasme, demi membahagiakan pasangan mereka.

Ingat ya, artis di film porno sekali pun, tidak akan melakukan hal yang mereka lakukan di film, ketika berada di dunia nyata! (*)

Reporter : Aji Bramastra/Grid ID

Sera Amane Bintang Porno Jepang Asal Indonesia,Awal Kuliah Tapi Tergoda Main Film,Begini Kisahnya

TRIBUNSUMSEL.COM -- Awalnya wanita Indonesia asal Jakarta ini kuliah di Tokyo. Karena ibunya butuh banyak biaya berobat, ia tergoda main film panas.  

Ia dapat bayaran lumayan gede untuk film panas perdananya! 

Ya, seorang perempuan warga negara Indonesia asal Jakarta yang sedang belajar di Tokyo Jepang mulai memasuki dunia film porno sejak bulan Juli lalu.

"Dia ditemukan seorang fotografer profesional Jepang di Tokyo lalu diajak main film porno dan bersedia. Lalu diajak ke Jakarta sekalian mengunjungi ibunya," ungkap sumber Tribunnews.com, Rabu (6/9/2017).

Sang ibu menurut sumber itu, sedang sakit keras dan membutuhkan banyak biaya untuk pengobatannya di Jakarta.

Sementara biaya sekolahnya tidak sedikit dan terpaksa harus dibiayai sendiri sekaligus perlu uang untuk membantu ibunya tersebut.

Maka terjun lah pelajar  tersebut jadi pemain porno di Jepang dengan nama samaran Sera Amane.

Filmnya mulai dijual besok dengan harga tiket 2.036 yen.

Produsernya Duke, warga Jepang  dengan nama samaran.

Film berdurasi sepanjang 125 menit tersebut memperlihatkan Sera Amane sedang berjalan-jalan ke kawasan Kota Tua di Jakarta Utara sedang naik bajaj.

Juga syuting di Bandara Soekarno Hatta setibanya di Jakarta.

Sera melakukan syuting film porno di sebuah hotel di Indonesia sekaligus dengan dua pria Jepang usia sekitar 40 tahun.

Seperti film porno umumnya di Jepang, bagian sensitif diblur agar tidak terlalu jelas.

Namun yang pasti adegan intim sesungguhnya seperti film porno Jepang umumnya.

Ada sedikit adegan hard-sex dengan mulut disumpal logam, leher diikat dan bagian belakang tubuhnya dicambuk.

Film porno ini adalah yang pertama dimainkan Sera Amane.

Sumber Tribunnews.com mengungkapkan, uang yang dibayarkan sekali main film porno di Jepang tidak lebih dari satu juta yen (bersih) atau sekitar Rp 125 juta.

infia_fact
instagram.com/infia_fact

Selama ini pemain porno warga Indonesia di Jepang yang diproduksi oleh pembuat film porno besar Jepang baru ada dua orang.

Sera Amane adalah WNI kedua yang bermain film porno di Jepang.

Pemain film porno lain dari ASEAN yang main di Jepang kebanyakan dari Thailand, Filipina dan Vietnam. 

Perempuan Roati
Perempuan Roati ()

Sera Amane Bukan Perempuan Indonesia Pertama Main Film Panas di Jepang

Sera Amane bukanlah satu-satunya warga negara Indonesia yang bermain dalam film porno di Jepang.

Adalah wanita yang kini berusia 40 tahun yang dikenal dengan nama samaran Perempuan Roati tercatat sebagai warga negara Indonesia pertama yang bermain dalam film porno di Jepang.

 "Roati dulu saat main film porno masih berusia 24 tahun dan dijual video pornonya tanggal 8 Maret 2001 produksi Asian Wing," ungkap sumber Tribunnews.com, Rabu (6/9/2017).

Video VHS yang diproduksi Asian Wing tersebut kini sudah hilang dari pasaran karena sudah 16 tahun lalu dan kalau pun ada terjual di pasaran harganya juga sangat murah sekitar 500 yen.

Produsen film porno kerjanya sulit saat ini banyak saingan dan harga jatuh terus. Jadi Asian Wings sang pembuat juga tampaknya sudah bangkrut saat ini tak bisa bertahan lama," tambahnya.

Perputaran film porno di Jepang sangat cepat karena siapa pun kini bisa membuat film porno dan menjualnya ke produsen (maker) film yang besar.

"Jika berhasil terjual, dari pribadi yang buat film porno, paling juga dibeli dengan harga sekitar 100.000 yen karena pembuatan pribadi biasanya amatir kurang profesional dan hasil gambar biasa, penyajian biasa, siapa pun bisa buat film seks," tambahnya.

Namun kalau sudah diproduksi oleh perusahaan besar seperti Momotaro akan menjadi mahal.

"Sedangkan tarif pemain film porno yang masih baru paling mahal juga satu juta yen. Itu pun masih dikurangi uang lain-lain," kata dia.

Roati yang memainkan pertama kali di produsen besar Asian Wing (sudah bangkrut) tidak diketahui keberadaannya saat ini.

"Namun diperkirakan masih ada di Jepang dan menikah dengan warga Jepang," tambah sumber itu.

Yang menjadi sorotan utama film Perempuan Roati adalah karakter kulit Asia yang cokelat dan berwajah manis.

Dia bermain film dengan pria Jepang usia sekitar 30 tahun saat itu. Syuting film dilakukan di Jepang.

Editor: Hartati
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help