TribunSumsel/
Home »

Video

VIDEO : Polda Sumsel Bongkar Penjualan Obat Ilegal dan Kadaluarsa, Berikut Daftar Obatnya!

Dari pengungkapan tersebut, penyidik yang dipimpin Kasubdit 3 Ditres Narkoba Polda Sumsek AKBP Agus Setiawan mengamankan Hidayah alias Dayat (36)

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Ditres Narkoba Polda Sumsel membongkar penjualan obat ilegal dan kadarluarsa selama 10 tahun di wilayah Palembang.

Dari pengungkapan tersebut, penyidik yang dipimpin Kasubdit 3 Ditres Narkoba Polda Sumsek AKBP Agus Setiawan mengamankan Hidayah alias Dayat (36) warga Tangga Takat RT 32 Kecamatan SU II Palembang.

Tak hanya mengamankan tersangka Hidayah, petugas juga mengamankan ratusan ribu butir dan ratusan jenis obat yang ilegal dan kadarluarsa.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara didampingi Wakapolda Sumsel Brigjen Bimo dan Dir Resnarkoba Polsa Kombes Pol Juni menuturkan, terbongkarnya penjualan obat ilegal dan kadarluarsa ini setelah penyidik melakukan penyelidikan berdasarka laporan masyarakat.

Dari laporan itulah, dilakukan penyelidikan di bekas Apotek Rakyat Bersama yang berada Jalan Pasar 16 Ilir Komplek Pertokoan 16 Ilir Lantai IV Blok A Nomor 193-196 Kelurahan 16 Ilir Palembang.

"Dari penggeledahan, kami sita sebanyak 141 kardus yang berisikan 331.723 butir obat kadaluarsa. Tersangka Hidayat mengakui 196.361 butir miliknya, sedangkan sisa 135.362 butir milik M yang masih buron," ujar Irjen Zulkarnain, Senin (2/10/2017).

Penyitaan yang dilakukan diantaranya sebanyak 400 butir Clopidogrel 75 miligram, 400 butir Bioquinoni, 412 butir Anvomer B6, 150 butir Cefuvoxime Axetil, 210 butir Ala 600 miligram, 300 butir Osteor Plus, 220 butir Fitbon, 220 butir Flexor.

"Berdasarkan informasi masyarakat, tersangka sering menjual obat-obatan keras tanpa resep dokter dan terindikasi kadaluarsa.

Lalu dilakukan razia dan penyelidikan. Hasilnya menangkap tersangka dan barang bukti. Sejak 2007 sampai 17 Mei 2017 apotik dinyataka tutup, namun pasca tutup pemilik masih tetap menjual obat kadaluarsa hingga kepada masyarakat," jelas Jenderal Bintang Dua Ini.

Tersangka akan dikenakan Pasal 196 junto pasal 98 ayat 2 dan 3 dan atau pasal 197 junto pasal 106 undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan maksimal hukuman 15 tahun atau denda Rp1,5 miliar.

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help