Serangan Jantung Bisa Menyerang Siapa Saja

Wajah-wajah penuh suka cita menghiasi wajah handai taulan yang setia menemani sang bapak di rumah sakit.

Serangan Jantung Bisa Menyerang Siapa Saja
net
Sakit jantung 

A.      Sebelum IKP Primer                                                                  B. Sesudah IKP Primer               

Pada kenyataannya, cukup banyak tantangan yang dihadapi sebelum IKPP dapat dilakukan, misalnya keterlambatan pasien datang ke rumah sakit.

Seringkali serangan jantung disangka sakit maag biasa atau “angin duduk”, sehingga pasien menunda pergi ke UGD, akibatnya waktu yang tersisa untuk persiapan tindakan IKPP semakin sempit.

Selain itu tak jarang, karena kejadiannya begitu tiba-tiba, maka pasien maupun keluarga tidak mampu berpikir jernih, menyangkal atau menjadi ragu-ragu karena kurangnya wawasan akan penyakit, belum lagi masalah biaya yang harus dikeluarkan.

Bagi pemegang kartu BPJS, kabar baiknya adalah biaya tindakan ini sebagian besar sudah dalam tanggungan BPJS. 

Namun terkadang masih banyak pertanyaan dan persepsi yang keliru dan harus diluruskan seputar tindakan IKPP primer seperti : “Kalau dipasang ring jantung nanti mati”, “Bagaimana kalau ring-nya lepas?”,atau  “Setelah pasang ring saya takut tidak bisa bekerja lagi”.

Faktanya : serangan jantung itu sendiri yang menimbulkan risiko kematian dan risiko itu dapat dikurangi dengan pemasangan ring ; setelah ring dikembangkan maka akan melekat erat dengan pembuluh darah dan tidak akan lepas lagi;  justru setelah pembuluh  yang sempit dibuka maka kinerja akan menjadi lebih baik tanpa nyeri dada yang mengganggu. 

Dalam konteks IKPP maka pemasangan stent dilakukan dalam situasi darurat, sedikit berbeda dengan pemasangan stent yang terjadwal pada kondisi stabil, sehingga keputusan harus dibuat dalam waktu cepat, tidak bisa lagi menunggu pesawat terbang ke negara tetangga.

Saat tulisan ini diturunkan, rumah sakit yang menjalankan program IKP Primer 24 jam sehari dan 7 hari seminggu masih dapat dihitung dengan jari, terutama karena keterbatasan operator ahli intervensi jantung.

Halaman
123
Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved