TribunSumsel/
Home »

Bisnis

» News

Jumlah Wirausaha Muda Indonesia Baru 2 Persen

Dijelaskan Hafizs, salah satu tantangan bagi para pemuda Indonesia saat ini adalah bahwa Indonesia membutuhkan banyak wirausaha, terutama dari kalanga

Jumlah Wirausaha Muda Indonesia Baru 2 Persen
TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF BASUKI ROHEKAN
Hafisz Tohir 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,-- Wakil ketua komisi XI DPR RI Hafisz Tohir menilai jumlah wirausaha muda di Indonesia saat ini masih minim, sehingga kedepannya diperlukan penyerapan tenaga kerja dari kalangan pemuda yang semakin sengit untuk berusaha. 

Menurut adik kandung Hatta Rajasa ini, dengan berwirausaha akan menyerap tenaga kerja sesuai dengan bidangnya masing-masing. 

Dijelaskan Hafizs, salah satu tantangan bagi para pemuda Indonesia saat ini adalah bahwa Indonesia membutuhkan banyak wirausaha, terutama dari kalangan muda. Sebab, Indonesia mengalami masalah tingginya angka para pencari kerja dan lambatnya kebangkitan wirausaha di Indonesia.

 “Indonesia dengan segala sumber daya alam yang dimiliki ternyata hanya memiliki wirausaha tidak lebih dari 2 persen dari total penduduknya yang berjumlah 230 juta jiwa. Jumlah usahawan yang hanya 2 persen dari jumlah penduduk. Artinya terdapat dua orang dari setiap 100 orang penduduk yang membuka lapangan pekerjaan. Ini berarti, 1 orang pengusaha menghidupi 49 orang lain yang bukan pengusaha,”kata Hafisz Tohir.

Ditambahkan politisi PAN ini, jumlah ini tentu sangat tidak sebanding, dan menunjukkan beban penduduk yang harus ditanggung para pengusaha. Jelas terlihat bahwa Indonesia belum termasuk negara yang makmur, jika dibandingkan Amerika dengan jumlah pengusaha sebesar 7,2 persen, sedangkan Jepang dan Korea 5 persen. Namun bangsa ini dapat sedikit belega hati, data jumlah pengusaha Indonesia 2012, meningkat menjadi 1,55 persen dari total jumlah penduduk.

 “Dalam berwirausaha, seperti yang sering saya alami, pasti terjadi proses jatuhbangun; gagal-sukses; untung-rugi, dan sebagainya. Tetapi, yang paling penting dari itu semua adalah kegagalan tidak boleh membuat kita menyerah. Jangan takut, jangan menghindar dari kenyataan, tetap hadapi dan ikuti terus keyakinan kita untuk selalu berusaha bangkit,” jelasnya.

Kewirausahaan, lanjut anggota senayan dari Dapil Sumsel I ini, merupakan suatu proses penciptaan sesuatu yang baru yang berbasis kreasi dan inovasi. Untuk itu agar Indonesia bertambah maju, maka dibutuhkan partisipasi dan sinergi dari pemerintah-pendidikan-bisnis- masyarakat. Sinergi ini diharapkan dapat menjadikan kewirausahaan sebagai sebuah kesadaran baru kebangkitan bangsa. 

"Kita melihat peluang ini di Palembang, dengan infrastruktur yang ada dan even berkelanjutan, sesunggunya peluang untuk wirausaha muda, dan peluang inilah yang kita belaki di komunitas wirausaha muda ini,” tandasnya.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help