Kepala Dinas Lagi-lagi Tertipu Pelaku Catut Nama Pejabat Polres Prabumulih

Tidak tanggung-tanggung, para pelaku pencatutan nama sejumah pejabat Polres guna meminta uang mulai dari puluhan hingga ratusan juta. 

Kepala Dinas Lagi-lagi Tertipu Pelaku Catut Nama Pejabat Polres Prabumulih
TRIBUN SUMSEL/EDISON
Ilustrasi sms penipuan 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari 

PRABUMULIH, TRIBUNSUMSEL.COM – Pencatutan nama pejabat Polres Prabumulih dilakukan orang tak bertanggungjawab untuk melalukan pemerasan, kembali terjadi.

Kali ini sejumlah nama pejabat polres dicatut oknum untuk mencari keuntungan dengan modus memeras maupun meminjam uang ke sejumlah Kepala Dinas, camat maupun pejabat lain di lingkungan Pemerintah kota Prabumulih.

Tidak tanggung-tanggung, para pelaku pencatutan nama sejumah pejabat Polres guna meminta uang mulai dari puluhan hingga ratusan juta. 

Adapun beberapa nama pejabat baru yang dicatut yakni Kabag Ops Kompol Zai'an, Kasat Narkoba, AKP M Ali Asri dan Kasat Bimmas AKP Dedi Rahmad Hidayat SH.

Dalam melanvarkan aksi pencatutan nama tersebut, orang tidak dikenal itu menelpon para korban dan menyatakan dirinya adalah pejabat baru di Mapolres Prabumulih yang sedang membutuhkan uang dan pulsa untuk keperluan di Polda Sumsel.

Jika para korban percaya dan mengirimi pulsa maka para pelaku kembali memeras dengan modus meminjam ke korban yang telah percaya.

"Memang benar ada nama beberapa pejabat baru Polres Prabumulih dicatut orang tak bertanggung jawab untuk memperoleh keuntungan," ungkap Kasat Binmas Polres Prabumulih, AKP Dedi Rahmad Hidayat SH ketika dibincangi Tribunsumsel.com,  kemarin.

Dedi mengatakan, beberapa pejabat baik di SKPD maupun camat serta lurah di lingkungan Pemerintah kota Prabumulih sejak beberapa waktu lalu menghubungi dirinya menanyakan kebenaran apakah meminta meminjam uang atau tidak. 

"Beberapa pejabat menelpon memastikan apakah Short Massage Service (SMS) dan telpon oknum tak bertanggungjawab itu benar dari saya, saya nyatakan tegas tidak ada. Lalu mereka mengatakan tertipu dengan mengirim sejumlah uang, namun tidak mau melapor dengan alasan malu," katanya seraya menambahkan Kasat narkoba serta Kabag Ops juga dicatut.

Didi menuturkan, beberapa kepala dinas yang menghubungi dirinya mengaku mengalami kerugian dari jutaan hingga puluhan juta akibat mentransfer oknum tak bertanggungjawab tersebut. "Ada yang hanya mengalami kerugian mentransfer pulsa dan bahkan ada yang mentransfer uang hingga puluhan juta, ini kan termasuk aib jadi mereka (pejabat-red) tidak mau melapor," tuturnya.

Lebih lanjut Dedi menghimbau, para pejabat maupun masyarakat yang mendapat telpon dari orang yang mengaku pejabat polres meminta sejumlah uang untuk memastikan terlebih dahulu kebenaran dengan mengkrosscek nomor dan melapor ke polisi. 
"Tindakan kami jika dapat laporan langsung melakukan penelusuran terhadap penelpon baik lokasi maupun keberadaan, untuk itu harapan kami para korban melapor sehingga bisa kami selidiki," imbaunya.

Penulis: Edison
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved