TribunSumsel/

Peduli Kesejahteraan Masyarakat, Bupati Iskandar Dapat Gelar Adat Kehormatan

Gelar adat kehormatan yang diberikan kepada Bupati Iskandar menurut Syaiful Bahri dapat diartikan dengan pemimpin besar

Peduli Kesejahteraan Masyarakat, Bupati Iskandar Dapat Gelar Adat Kehormatan
Istimewa
Ketua Adat Bengkulah Syaiful Bahri memberikan gelar adat kehormatan pada Bupati OKI Iskandar SE saat pelantikan kepala desa terpilih di Desa Ulak Kapal Kecamatan Tanjung Lubuk, Senin, (18/9/2017). 

TANJUNG LUBUK-- Dalam kunjungan kerjanya melantik kepala desa terpilih, Bupati Ogan Komering Ilir menerima gelar adat kehormatan Marga Bengkulah, yaitu "Pemangku Bumi” 

Sebagai penanda penganugerahan, pemberian gelar dilakukan langsung oleh Ketua Adat Bengkulah Syaiful Bahri di hadapan seribuan warga yang menyaksikan pelantikan kepala desa terpilih di Desa Ulak Kapal Kecamatan Tanjung Lubuk, Senin, (18/9/2017).

Marga Bengkulah merupakan salah satu dari rangkaian Suku Komering di Propinsi Sumatera Selatan, yang bermula dari kecamatan Tanjung Lubuk Ogan Komering Ilir (OKI) khususnya desa-desa Bumi Agung, Kuta Bumi, Tanjung Beringin, Pulau Gemantung, Pangarayan. Bahasa sehari-hari dari komunitas marga bengkulah adalah Bahasa Komering.

Gelar adat kehormatan yang diberikan kepada Bupati Iskandar menurut Syaiful Bahri dapat diartikan dengan pemimpin besar yang peduli terhadap kesejahteraan hidup masyarakat adat 

Bengkulah

Gelar tersebut tambahnya diberikan kepada Iskandar dengan berdasarkan pada keputusan majelis adat Bengkulah  yang terdiri atas para tetua adat.  Atas penganugerahan tersebut, Bupati Iskandar menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan yang telah diberikan oleh marga Bengkulah,

"Saya merasa sangat terhormat sekali dan mengucapkan terima kasih atas penganugerahan gelar adat kehormatan Bengkulah kepada saya. Saya memahami bahwa gelar ini disertai dengan tanggung jawab untuk memajukan masyarakat untuk mensejahterakan rakyat Ogan Komering Ilir secara keseluruhan," ujar Iskandar. 

Dalam sambutannya, Iskandar menyatakan kebanggaannya pada kearifan lokal masyarakat OKI yang berbasis persaudaraan, yaitu falsafah perbedaan dan keragaman budaya masyarakat  dapat dipersatukan.

 "Semua perbedaan kelompok, menjadi kekuatan perekat yang abadi untuk Membangun OKI” Ungkap Iskandar.

Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help